5 Fakta Mengejutkan Seputar Lyme Disease Bella Hadid yang Wajib Diketahui Sebagai Bentuk Awareness

5-fakta-mengejutkan-seputar-lyme-disease-bella-hadid-yang-wajib-diketahui-sebagai-bentuk-awareness
5 Fakta Mengejutkan Seputar Lyme Disease Bella Hadid yang Wajib Diketahui Sebagai Bentuk Awareness
Share

Share This Post

or copy the link

Bagaimana penyakit Lyme menguji ketahanan Bella Hadid dan membuka mata publik terhadap penyakit “tak terlihat” (invisible illness) ini.

5 Fakta Mengejutkan Seputar Lyme Disease Bella Hadid yang Wajib Diketahui Sebagai Bentuk Awareness

Apa sih sebenarnya Lyme Disease, dan kenapa Bella Hadid sampai harus berjuang keras melawannya? Yuk, kita bahas biar makin paham dan peduli.

Siapa nih, kalau dengar nama Bella Hadid, yang kebayang adalah wanita paling cantik yang penuh dengan dunia glamor: panggung catwalk, busana mewah, dan sorotan kamera internasional. Tapi siapa sangka, di balik semua itu Bella harus menghadapi perjuangan panjang melawan sebuah penyakit yang jarang terdengar di telinga orang Indonesia: Lyme disease.

Lyme Disease Bella hadid

Sejak remaja, Bella sudah merasakan gejalanya. Tubuh yang sering lemas, sakit kepala parah, sampai gangguan konsentrasi yang bikin dia sulit menjalani latihan modeling. Di usia puncak kariernya, Bella bahkan  memilih berhenti sejenak dari catwalk karena kondisi kesehatannya makin menantang.

Bukan hanya Bella, sang ibu Yolanda Hadid dan adiknya Anwar juga pernah didiagnosa penyakit yang sama. Bayangkan, satu keluarga selebriti dunia harus menghadapi “invisible illness” yang sering salah dipahami orang. Dari luar mereka terlihat sehat, tapi di dalam tubuh, Lyme disease bisa menyerang saraf dan bikin penderita merasakan nyeri luar biasa.

Lewat unggahannya di media sosial, Bella berani membagikan foto dirinya di rumah sakit—infus, oksigen, wajah lemah yang jauh dari citra glamor. Justru di situlah banyak orang merasa tersentuh: seorang supermodel internasional ternyata juga rapuh, sama seperti kita.

Menariknya, Bella bukan satu-satunya bintang besar yang harus menghadapi Lyme disease. Justin Timberlake, penyanyi sekaligus aktor Hollywood, baru saja mengumumkan pada 31 Juli 2025 bahwa dirinya didiagnosis penyakit ini. Pengumuman itu ia sampaikan setelah menuntaskan rangkaian panjang Forget Tomorrow World Tour yang digelar sejak April 2024 hingga Juni 2025.

lyme disease-Justin

Dalam unggahannya, Justin menyebut Lyme disease sebagai kondisi yang “sangat melelahkan secara mental dan fisik.” Gejala yang ia rasakan termasuk nyeri saraf, kelelahan parah, sampai kesulitan tampil di atas panggung. Bahkan istrinya, Jessica Biel, sempat curiga ada yang salah sejak berbulan-bulan sebelumnya, karena Justin terlihat “bukan dirinya yang biasa.” Meski begitu, ia tetap menyelesaikan konser-konser terakhirnya di Eropa sebelum akhirnya menjalani perawatan serius.

Nah, dari kisah para selebriti dunia ini, ada setidaknya lima fakta penting tentang Lyme disease yang perlu kita pahami.

5 Fakta Mengejutkan Penyakit Lyme Disease

1. Lyme disease ditularkan lewat gigitan kutu

lyme disease-penyebab

Lyme disease disebabkan oleh bakteri Borrelia burgdorferi yang ditularkan lewat gigitan kutu Ixodes scapularis (dikenal juga sebagai blacklegged tick atau deer tick). Penyakit ini pertama kali diidentifikasi di kota Lyme, Connecticut, AS, pada 1970-an.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) US, infeksi ini bisa memengaruhi kulit, sendi, sistem saraf, hingga jantung jika tidak ditangani dengan cepat.

2. Gejala awal sering mirip flu, bikin salah diagnosis

Lyme Disease-gejala awal spt flu

Salah satu tantangan terbesar dari Lyme disease adalah gejala awalnya yang tidak spesifik. Banyak pasien pertama kali merasa seperti terkena flu: demam ringan, sakit kepala, lelah, dan nyeri otot. Gejala khas berupa ruam merah erythema migrans memang bisa muncul, tapi tidak semua pasien menyadarinya.

Studi terbaru yang dipublikasikan di American Journal of Tropical Medicine and Hygiene (2023) menemukan bahwa pasien yang pertama kali merasakan gejala mirip flu (viral-like symptoms) biasanya lebih lambat mendapat pengobatan dibanding mereka yang langsung melihat ruam di kulit. Rata-rata, pasien “mirip flu” butuh lebih dari 6 hari untuk mendapat diagnosis, sementara pasien yang menemukan ruam lebih cepat ditangani.

Kondisi ini menjelaskan kenapa Lyme disease sering salah diagnosis di awal. Karena gejalanya samar, banyak pasien baru sadar setelah penyakit berkembang lebih parah.

3. Bisa jadi penyakit kronis yang menyerang saraf dan mental

lyme disease- penyakit kronis

Kalau tidak diobati sejak awal, Lyme disease bisa berkembang ke tahap lanjut. Komplikasinya termasuk radang sendi kronis, gangguan saraf, bahkan masalah kognitif seperti sulit konsentrasi dan depresi.

Penelitian di Journal of Neuroinflammation (2018) menjelaskan bahwa infeksi Borrelia dapat memicu peradangan sistem saraf pusat yang memengaruhi kesehatan mental pasien.

4. Tidak semua pasien bisa langsung sembuh total

tidak semua bisa sembuh total

Antibiotik memang menjadi terapi utama, tapi tidak semua pasien bisa langsung pulih total. Sebagian mengalami kondisi yang disebut Post-Treatment Lyme Disease Syndrome (PTLDS): rasa lelah, nyeri, dan gangguan saraf tetap ada meski infeksi sudah diobati.

Menurut National Institutes of Health (NIH, 2020), sekitar 10–20% pasien mengalami sindrom ini setelah terapi antibiotik standar.

5. Lyme disease juga bisa mengintai di Indonesia

lyme disease bisa menyerang indonesia

Mungkin ada yang mengira penyakit ini hanya ada di Amerika atau Eropa. Faktanya, penelitian oleh Teh et al. (2023) yang dipublikasikan di European Review for Medical and Pharmacological Sciences menemukan bukti adanya antibodi terhadap Borrelia pada 3 dari 41 pekerja hutan di Sibolangit, Sumatera Utara. Para pekerja ini mengalami nyeri sendi misterius selama sekitar dua tahun, dan hasil tes menunjukkan kemungkinan besar terkait dengan infeksi Borrelia.
Meski demikian, laporan kasus klinis resmi Lyme disease di Indonesia masih sangat jarang. Hal ini membuat banyak kasus berpotensi underreported atau bahkan salah diagnosis sebagai penyakit lain seperti demam berdarah atau infeksi virus biasa.

Kesadaran Itu Penting

kesadaran akan penyakit lyme disease

Kisah Bella Hadid hingga Justin Timberlake membuka mata kita bahwa Lyme disease bukan sekadar isu medis di luar negeri, tapi juga potensi nyata yang bisa mengintai siapa saja. Dengan mereka berani speak up, publik jadi lebih sadar tentang penyakit yang sering disebut “silent struggle” ini.
Di Indonesia, meski jarang terdengar, riset membuktikan bahwa bakteri penyebabnya pernah terdeteksi. Jadi, langkah terbaik adalah meningkatkan kewaspadaan, peduli kesehatan, dan tidak meremehkan gejala yang terasa “biasa-biasa saja.”

Yuk, mulai lebih peduli dengan kesehatan diri dan orang-orang di sekitar kita. Kalau kamu merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa bagikan ke teman dan keluarga supaya makin banyak yang sadar bahwa Lyme disease itu nyata dan bisa menyerang siapa saja.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
5 Fakta Mengejutkan Seputar Lyme Disease Bella Hadid yang Wajib Diketahui Sebagai Bentuk Awareness

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy Astaga! privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us