Bagaimana peraturan bagi turis setelah Thailand mengumumkan hari berkabung setahun atas wafatnya Ratu Sirikit?
Setelah meninggalnya Ratu Sirikit pada 24 Oktober 2025, Pemerintah Thailand secara resmi mengumumkan hari berkabung Nasional dalam setahun yang dimulai pada 25 Oktober 2025 hingga selesai. Peraturan ini diberlakukan untuk menghormati seluruh kontribusi dan dedikasinya kepada bangsa dan rakyat Thailand.
Queen Sirikit Kitiyakara adalah seorang ratu sekaligus sosok yang dikenal begitu berjasa bagi bangsa, terutama rakyat Thailand, terutama dalam bidang seni, budaya, dan kerajinan tradisional hingga pemberdayaan perempuan. Berkat jasa dan dedikasinya, Ratu Sirikit dikenal sebagai “Queen Mother” atau Ibu Suri Thailand yang dicintai oleh masyarakatnya.

Pemerintah telah mengumumkan secara resmi peraturan hari berkabung bagi aparatur negara dan masyarakat. | Credit: tatnews.org
Dalam pengumuman tersebut menjelaskan bahwa selama masa berkabung, aktivitas di Thailand berjalan seperti hari biasanya dan seluruh layanan tetap beroperasi. Tak hanya itu, seluruh tempat wisata di Thailand, layanan transportasi, rumah makan, toko, dan berbagai event akan tetap beroperasi seperti biasanya. Namun, kegiatan publik, acara hiburan, dan operasional bisnis diimbau untuk lebih bijaksana dan menyesuaikan peraturan yang sudah ditetapkan selama masa berkabung nasional.
Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) juga akan menyesuaikan format acaranya, lebih tepatnya berbagai hal yang berkaitan dengan perayaan dan kemeriahan akan ditunda (masih dalam tahap peninjauan) hingga pemberitahuan lebih lanjut diumumkan.
Dari pengumuman tersebut menyiratkan jelas bahwa kegiatan publik dan seluruh acara yang super meriah di Thailand diharapkan lebih peka terhadap imbauan kedukaan dan sensitif dalam memahami situasi. Jadi, bagi turis yang ingin mengunjungi berbagai destinasi wisata di Thailand harus memahami beberapa hal sebagai berikut!
1. Grand Palace dan Wat Phra Si Rattana Satsadaram (Wat Phra Kaeo) ditutup sementara
Menurut informasi yang dilansir oleh Tourism Authority of Thailand Newsroom, Istana Agung dan Wat Phra Si Rattana Satsadaram (Wat Phra Kaeo) akan ditutup sementara mulai dari tanggal 26 Oktober hingga 8 November 2025 guna memfasilitasi Upacara Pemberian Jasa Kerajaan dalam rangka menghormati prosesi Pemakaman Keluarga Kerajaan Ratu Sirikit.
Ini berarti, para turis tidak bisa mengunjungi atau menjelajahi Kuil Budha Wat Phra Si Rattana Satsadaram (Wat Phra Kaeo) yang dinilai ikonik di kalangan traveler dan salah satu landmark Thailand.
2. Festival dan event meriah akan dilaksanakan sesuai protokol masa berkabung Nasional
Kamu juga harus tahu kalau Candle Festival (Festival Lilin) and Loi Krathong Sukhothai 2025 akan dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah ditentukan, akan tetapi kegiatan tetap berada di dalam koridor protokol masa berkabung nasional. Lebih detailnya, acara penghormatan dengan menyalakan lilin setiap malam berlangsung mulai dari pukul 21.21 untuk menghormati Ratu Sirikit. Sementara untuk pertunjukan kembang api tidak akan dilakukan secara meriah seperti sebelumnya, akan tetapi hanya menampilkan pertunjukan tradisional Sukhothai dan show kecantikan Noppamas akan dibatalkan.
3. Festival cahaya, warna, dan budaya “Vijit Chao Phraya Thailand” akan disesuaikan
Salah satu event tahunan yang dinantikan turis ketika berkunjung ke Thailand adalah festival cahaya, warna, dan budaya “Vijit Chao Phraya” yang diselenggarakan di sepanjang sungai Chao Phraya River di Bangkok, Thailand.
Dalam masa berkabung nasional Thailand, Vijit Chao Phraya yang dijadwalkan akan berlangsung pada 1 November-15 Desember, kini mengalami perubahan jadwal menjadi 9 November-23 Desember dengan tempat yang sama. Konsep acara yang semula akan menampilkan keindahan kembang api, akan diganti menggunakan drone sebagai bentuk penghormatan rasa duka dan kenangan pada Ratu Sirikit.
4. Para turis diimbau tetap mentaati peraturan yang berlaku selama masa berkabung
Seperti yang telah disebutkan dalam pengumuman resmi TAT bahwa semua objek wisata, layanan transportasi, restoran, toko, dan berbagai acara tetap berjalan seperti biasa. Pengunjung diimbau agar berpakaian sopan dan menjaga perilaku, tidak membuat keributan, dan santun saat mengunjungi tempat ibadah maupun tempat penting lainnya, terutama kuil, situs bersejarah kerajaan, gedung pemerintahan, dan sebagainya selama berada di Thailand.
Sekarang sudah tahu kan, bagaimana harus bersikap sebagai turis yang baik saat menjelahai berbagai destinasi wisata di Thailand? Meskipun mungkin suasananya berbeda dari hari biasanya, akan tetapi liburan kamu bisa tetap seru dengan menyenangkan dengan berkuliner, mengunjungi spot turis, dan sebagainya.