Benda alternatif pengganti plastik
Alternatif pengganti plastik via wag-project.com
Sedikit flashback ke tahun 1907, di mana material bakelit pertama kali ditemukan oleh Leo Baekeland. Bakelit itu salah satu jenis plastik yang tahan guncangan, kuat tapi ringan. Plastik ini juga tahan lama, tahan panas, dan bisa diubah menjadi berbagai bentuk. Bakelit biasa dipakai untuk peralatan listrik, kaca jendela pesawat, hingga kapal perang. Saking hebatnya, bakelit sampai dijuluki “the material of a thousand uses“.
Memang, saat ini, hampir semua benda di sekitar kita mengandung plastik. Jadi sebenarnya kalau ngomongin plastik nggak hanya kantong kresek saja. Ada lebih banyak plastik dari yang mungkin kita kira; bungkus atau kotak makanan, botol minum, toples, kursi di warung, pakaian, kendaraan, dan masih banyak lagi! Karena kita telah membuat dan memakai begitu banyak plastik, otomatis kita pun jadi membuang begitu banyak plastik dalam hitungan hari. Kalau buangnya bener sih nggak masalah, lha ini buangnya di laut, sungai, atau tempat lain yang nggak seharusnya.
Salah satu cara untuk menanggulangi masalah di atas, atau setidaknya membuat bumi bisa “bernafas” lebih lama lagi, adalah dengan mengganti wadah selain plastik yang lebih ramah lingkungan. Apa saja?
1. Kotak penyimpanan makanan dari pelepah pisang

Warnanya malah estetik banget, ya? | Photo by instagram.com/plepah_id/
Pelepah pisang ternyata bisa digunakan sebagai alternatif pengganti plastik yang ramah lingkungan. Uniknya, wadah pengganti plastik ini tahan dengan panasnya microwave dan aman disimpan di dalam kulkas. Salah satu akun yang sempat dikenal menjual wadah, terutama kotak penyimpanan makanan berbahan 100% pelepah pisang adalah @plepah_id.
2. Kotak makan dari bahan serat tebu

Wadah maupun tutupnya terbuat dari serat tebu | Photo via shopee.co.id/swanhouse
Selain jamur ada juga kotak makan yang terbuat dari serat tebu. Proses pembuatannya dikenal cukup panjang dan detail, mulai dari pengumpulan serat tebu hasil ekstrasi jus tebu, membersihkan kotoran yang menempel pada serat tebu, merebus serat tersebut hingga menjadi hancur (dalam bentuk pulp), lalu dicampur dengan bahan alami tambahan, dicetak, dan jadilah bagasse box.
Sama halnya dengan wadah berbahan pelepah pisang, kotak makan dari bahan serat tebu ini tahan panas saat dimasukkan ke dalam microwave, lebih kokoh dari sterefoam, serta bisa dipakai berulang kali.
3. Sendok kayu birch

Tenang, produk ini mudah terurai kok! Photo via shopee.co.id/17mfhp7jqq
Kayu birch rupanya bisa jadi bahan pengganti plastik yang ramah lingkungan dan mudah sekali terurai secara alami. Ditambah lagi pohon birch juga cepat tumbuh dibandingkan jenis kayu lainnya, sehingga pemilik usaha bisa terus melakukan pelestarian secara teratur.
Nah, kalau kamu punya usaha di bidang kuliner misalnya bisnis makanan sehat, coba pakai sendok berbahan kayu birch ini. Tenang saja, harga per item-nya di marketplace juga masih terjangkau banget, kok! Hanya sekitar Rp300 perak aja.
4. Daun pisang

Daun pisang memang ajaib pwoll, bisa buat semua jenis makanan!
Daun juga bisa jadi alternatif lain jika kamu berpikiran untuk berhenti memakai plastik. Sekarang sih sebenarnya sudah banyak rumah makan atau penjual yang pakai daun pisang sebagai pengganti piring bahkan sebagai alas sekali pun. Tak hanya itu, daun pisang disebut “all rounder” karena bisa dipakai untuk:
- Membungkus tempe
- Membungkus jajanan pasar
- Jadi mangkuk untuk meletakkan cemilan
- Alasan makanan
- Wadah untuk membungkus makanan berkuah seperti garang asem hingga es buah/jenang/dll
5. Telobag (Kantong plastik dari singkong/ubi)

Keren juga ya, singkong bisa dijadikan bahan utama pembuatan plastik | Photo oleh hopee.co.id/telobag.jakarta
Ada juga yang bikin kantong plastik dari singkong. Kualitasnya ternyata nggak kalah dengan kantong kresek biasa!
Singkong bisa diubah jadi kantong ramah lingkungan yang bahkan bisa larut dalam air. Caranya dengan mencampur pati singkong dengan minyak nabati dan resin organik. Selain bisa terurai di darat maupun laut hanya dalam hitungan hari, bahan ini juga bisa langsung terurai oleh panas.
6. Sedotan dari bahan kertas, bambu, dan tepung beras

Dari ketiganya, kamu mau pilih yang mana, nih?
Tahu nggak? Sedotan tidak hanya terbuat dari plastik aja. Ada beberapa sedotan ramah lingkungan yang saat ini digunakan oleh sebagian rumah makan atau coffee shop. Tujuannya untuk mengurangi limbah plastik yang sulit terurai. Tiga di antaranya adalah sedotan dari bahan kertas (paper straw) yang banyak dijumpai di berbagai restoran di Bali, kemudian ada sedotan bambu yang tahan terhadap panas, juga sedotan dari bahan tepung beras yang tahan air dingin selama 4 jam dan 2 jam di suhu panas.
Harga ketiganya juga masih terjangkau buat kamu yang punya usaha minuman. Namun, dari ketiganya, harga sedotan kertas dan rice straw dari ecostrawme.com merupakan yang paling terjangkau.
7. Gelas kertas avani (bahan alami)

Siapa pun yang menemukan ini, pastinya jenius juga sih! | Photo: /shopee.co.id/avaniecoofficial
Sudah pernah dengar gelas kertas avani? Yakni biasanya terbuat dari bahan alami seperti pati singkong, pati jagung, bahan nabati, dan semacamnya. Jenis paper cup ini bukan plastik, lho! Bahkan selain food grade, cangkir kertas ini tahan air panas atau dingin, mudah terurai, dan mudah dikompos. Bukan hanya itu saja, paper cup yang dibuat dari kertas avani juga tidak beracun bagi makhluk hidup, terutama hewan-hewan di laut.
Untuk 50 cup gelas dari material kertas avani ini dihargai mulai dari Rp80 ribuan hingga Rp90 ribuan. Dengan begitu, per satuannya dihargai Rp1600-an rupiah. Masih sangat terjangkau jika dibandingkan plastik, yang saat ini untuk pemesanan makanan take away di rumah makan, setiap pembeli harus membayar lebih sekitar Rp2.000.
Sebetulnya, masih banyak lagi bahan-bahan alami yang bisa dipakai sebagai alternatif pengganti plastik, seperti tepung kentang, pohon pisang, kulit anggur! Jadi, jangan khawatir, ya. Banyak benda alternatif pengganti plastik yang jauh lebih ramah lingkungan.