tirto.id – Dinas Kesehatan Sumatra Selatan (Sumsel) meminta katering maskapai Saudi Arabia Airlines mengganti menu yang bakal disajikan bagi jemaah calon haji (JCH) Embarkasi Palembang selama penerbangan. Sebab, menu yang disajikan mesti tidak justru mengganggu kesehatan jemaah.
Hal itu disampaikan Kepala Dinkes Sumsel, Trisnawarman, saat melakukan uji kelayakan makanan (food test) bersama Balai Karantina Kesehatan Kelas I Palembang terhadap menu yang disiapkan maskapai. Dalam uji coba, disajikan beragam menu, mulai dari hidangan utama seperti nasi putih dengan lauk daging dan sayuran, hingga aneka olahan ikan dan capcay.
Katering maskapai juga menyediakan pilihan roti dan kudapan, seperti roti kari, roti cokelat, roti keju, muffin, dan buah-buahan. Semua menu ini direncanakan menjadi menu selama penerbangan dari Palembang menuju Arab Saudi.
Dari sekian banyak menu, tim menyoroti rendang yang bakal disajikan selama penerbangan. Bagi tim, makanan pedas justru akan berbahaya bagi pencernaan.
“Makanan yang terlalu pedas dan asam tidak cocok untuk jemaah haji, terutama selama penerbangan. Seperti rendang yang cenderung pedas, tidak direkomendasikan karena berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan,” kata Trisnawarman, Sabtu (18/4/2026).
Hasil kajian, kata Trisnawarman, gangguan pencernaan kerap menyebabkan jemaah terlalu sering ke toilet sehingga dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan selama penerbangan. Oleh karena itu, menu rendang akan diganti dengan olahan ayam atau ikan yang lebih ringan dan mudah dicerna.
“Sudah kita komunikasikan dengan katering maskapai dan mereka bersedia mengganti menunya,” kata Trisnawarman.
Dinkes Sumsel juga mengimbau jemaah tidak mengonsumsi minuman bersoda dan kopi selama penerbangan. Jemaah dianjurkan lebih banyak mengonsumsi air putih, teh, atau susu.
“Selama penerbangan, jemaah akan mendapatkan dua kali makanan utama dan dua kali makanan ringan. Sering minum air putih kami anjurkan,” kata Trisnawarman.
Diketahui, Embarkasi Palembang akan memberangkatkan 7.036 jemaah dengan rincian 5.895 jemaah asal Sumsel, 1.077 jemaah asal Babel, dan 64 petugas kloter.
Mereka akan diberangkatkan dalam 16 kloter menggunakan maskapai Saudi Arabia Airlines.
Kloter 1 asal OKU Timur dijadwalkan masuk Asrama Haji pada 21 April pukul 08.00 WIB dan diterbangkan menuju Madinah keesokan harinya, pada 22 April 2026 pukul 07.10 WIB.