Hari Kelima Banjir di Kabupaten Bandung Rendam 4.556 Rumah Warga

hari-kelima-banjir-di-kabupaten-bandung-rendam-4.556-rumah-warga
Hari Kelima Banjir di Kabupaten Bandung Rendam 4.556 Rumah Warga
Share

Share This Post

or copy the link

tirto.id – Banjir merendam Kampung Bojong Asih, Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung memasuki hari kelima, pada Jumat (17/4/2026).

Ade, salah satu warga yang merupakan kader posyandu, mengatakan di wilayahnya ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Genangan telah berlangsung hampir sepekan, dengan kondisi terparah terjadi pada hari pertama banjir, Minggu (12/4/2026).

“Tinggi, sedada. Kadang harus pakai perahu,” kata Ade ditemui kontributor Tirto, Jumat (17/4/2026).

Ia mengatakan banjir kali ini lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Walaupun, banjir hampir terjadi setiap tahun, dengan skala kecil

“Pokoknya tiap tahun ada, cuman kecil. Sekarang besar ini,” bebernya.

Ade menjelaskan kondisi ini membuat warga kesulitan menjalani rutinitas harian. Mereka dibayang-bayangi kekhawatiran terhadap rumah dan keluarga.

Ia menambahkan wilayah terdampak mencakup sekitar lima RW. Sejumlah fasilitas seperti kolam retensi telah tersedia, namun dinilai belum mampu mengatasi banjir besar.

“Sudah ada penampungan, ada kolam retensi, tapi masih kecil, belum bisa diatasi kalau banjir besar,” jelasnya.

Ade berharap pemerintah segera menghadirkan solusi agar banjir tidak terus berulang. Kader posyandu ini menyebut kondisi ini meningkatkan risiko penyakit pada anak.

“Kalau bayi mah pasti meningkat yang sakit,” terangnya.

Sementara itu, Pranata Humas BPBD Jabar, Hadi Rahmat menuturkan per Jumat (17/4/2026) malam, sekitar 4.556 rumah terendam serta 628 rumah terdampak. Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Bojongsoang, Kecamatan Baleendah, Kecamatan Dayeuhkolot, sampai Kecamatan Rancaekek.

Hadi menyebut total warga terdampak mencapai 36.264 jiwa dari 13.631 kepala keluarga (KK), dengan 183 KK atau 430 jiwa mengungsi.

Menurutnya, banjir dipicu luapan Sungai Citarum, Sungai Cikapundung, dan Sungai Cisangkuy usai hujan berintensitas tinggi sejak Jumat (10/4/2026).

“Banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang yang menyebabkan luapan beberapa sungai,” kata Hadi, dalam keterangan tertulis yang diterima kontributor Tirto, Sabtu.

Ia menjelaskan genangan air berdampak juga pada fasilitas umum. Tercatat, 8 fasilitas umum, 20 tempat ibadah, serta 5 sarana pendidikan terdampak, dan sekitar 378 hektare lahan ikut terendam.

Saat ini, penanganan di lapangan dari evakuasi warga sampai pendirian dapur umum terus dilakukan. Hadi juga menyebut, kondisi di beberapa wilayah mulai berangsur membaik meski genangan masih tersisa.

“Di beberapa kecamatan seperti Dayeuhkolot dan Bojongsoang, ketinggian air masih berkisar 0 hingga 70 sentimeter,” terangnya.

Meski demikian, BPBD Jabar mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan seiring masih tingginya curah hujan di wilayah Kabupaten Bandung.

tirto.id – Flash News

Reporter: Akmal Firmansyah
Penulis: Akmal Firmansyah
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Hari Kelima Banjir di Kabupaten Bandung Rendam 4.556 Rumah Warga

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy Astaga! privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us