Rangkuman Peristiwa Perang Iran vs Amerika Terbaru Hari ke-60

rangkuman-peristiwa-perang-iran-vs-amerika-terbaru-hari-ke-60
Rangkuman Peristiwa Perang Iran vs Amerika Terbaru Hari ke-60
Share

Share This Post

or copy the link

tirto.id – Perang Iran memasuki hari ke-60 pada Rabu (29/4/2026). Situasi masih tak menentu meskipun Iran telah mengirim proposal penghentian perang dan pembukaan Selat Hormuz ke Washington. Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan menolak proposal itu, walaupun belum jelas apa respons yang akan diberikan.

Seturut Al Jazeera, Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyebut bahwa Iran kini berada dalam “kondisi runtuh”. Dalam keterangannya di media sosial pada Selasa (28/4), Trump mengataka Iran telah menginformasikan Washington “bahwa mereka sedang dalam kondisi runtuh”.

Pernyataan itu dikeluarkan Trump setelah Teheran dilaporkan mengirim proposal penghentian perang dan pembukaan Selat Hormuz pada Senin (27/4). Proposal disebut berisi kesediaan Iran untuk melakukan dua hal itu jika AS menghentikan blokade dan mau menangguhkan pembicaraan lebih lanjut tentang nuklir.

Pemerintahan Trump dilaporkan masih mengisyaratkan penolakan atas proposal Iran itu. Namun, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut bahwa proposal itu “lebih baik dari yang semua kami kira”, walau negosiasi nuklir masih menjadi hambatan utama.

Sementara itu, juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, membuat pernyataan memuji personel Angkatan Udara negaranya. Dalam pernyataannya, Akraminia menyatakan angkatan udara mereka telah melakukan serangan yang berhasil menembus pertahanan yang dirancang AS.

“Jika musuh kembali melakukan agresi dan mengancam keamanan negeri ini, mereka akan menghadapi respons yang lebih menghancurkan daripada sebelumnya. Kami memiliki memiliki banyak kartu kemenangan yang belum digunakan,” katanya, sembari menyebut 170 pesawat musuh telah terkena serangan Iran selama pertempuran sejak 28 Februari.

Di sekitar proses perundingan Iran dan AS, negara-negara Teluk membuat pernyataan bersama untuk mendesak normalisasi “keamanan dan kebebasan navigasi” di Selat Hormuz hingga ke tingkat sebelum perang. Dalam pernyataan itu, negara-negara Teluk juga mengutuk Iran atas penutupan Hormuz dan menyebutnya sebagai “tindakan ilegal”.

Kelompok bersenjata Houthi juga baru saja membuat pernyataan untuk mendukung Iran. Kelompok yang berbasis di Yaman ini menyatakan dukungan mereka terhadap Iran dan mengutuk “pembajakan” AS.

Dalam pernyataannya itu, Houthi juga menyatakan dukungan untuk Lebanon dan Palestina, sembari memperingatkan bahwa mereka dapat menutup Selat Bab al-Mandeb jika diperlukan. Bab al-Mandeb merupakan jalur distribusi penting perdagangan dunia lainnya yang terletak di antara Yaman di Semenanjung Arab dengan Djibouti dan Eritrea di Tanduk Afrika.

Trumph Menyerang Kanselir Jerman

Pembicaraan tentang upaya diplomasi juga terjadi di Eropa. Trump belakangan menyerang Kanselir Jerman Friedrich Merz melalui pernyataannya. Presiden AS itu menggunakan serangan yang serupa dengan yang ia lakukan kepada Paus Leo untuk menyerang Merz. Trump menyebut Merz adalah orang yang berpikiran bahwa “tidak apa-apa bagi Iran untuk memiliki senjata nuklir”.

Retorika Trump itu ia sampaikan sebagai balasan atas komentar Merz beberapa waktu lalu. Kanselir Jerman itu sebelumnya mengatakan Teheran telah “mempermalukan” Washington di meja perundingan di Islamabad.

Sikap terhadap Merz itu berkebalikan dengan apa yang Trump tampilkan terhadap Raja Charles III. Presiden AS dan Raja Inggris itu baru saja melakukan jamuan makan malam di Gedung Putih dan Trump menyebut bahwa Charles memuji operasi militer AS di Iran. Trump juga menyebut bahwa “Charles setuju” bahwa Teheran tidak boleh punya senjata nuklir.

Akan tetapi, meskipun Trump mengklaim Raja Inggris mendukungnya dalam operasi militer di Iran, pemerintahan Trump terus mengalami penurunan tingkat persetujuan di kalangan publik AS sendiri.

Tingkat persetujuan Trump dalam jajak pendapat Reuters/Ipsos kini mencapai titik terendah baru, menjadi 34 persen, dari sebelumnya 36 persen. Melonjaknya biaya hidup dan perang dengan Iran menjadi dua topik utama mengapa tingkat persetujuan Trump rendah.

Meskipun begitu, tak ada tanda-tanda Trump akan menghentikan blokade militernya terhadap pelabuhan Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent baru-baru ini menjelaskan bahwa blokade itu telah memukul pendapatan dan melemahkan ekonomi Iran.

Bessent menyebut bahwa blokade AS atas pelabuhan Iran membuat kapasitas penyimpanan minyak Iran hampir mencapai batas maksimal. Hal ini, katanya, mendorong Iran untuk mengurangi produksi yang membuat mereka merugi sekitar USD170 juta perhari.

Israel Terus Gempur Lebanon Selatan

Di sisi lain, Israel hingga kini masih terus menjalankan operasi serangan udara, penembakan, dan penghancuran di Lebanon selatan. Serangan itu kemudian dibalas Hizbullah dengan meningkatkan jumlah serangan drone dan roket.

Serangan terbaru Israel telah menewaskan lima orang di Lebanon selatan, tiga di antaranya adalah petugas medis. Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam membuat pernyataan keras atas serangan tersebut. Ia menyebut Israel telah melakukan “kejahatan perang” karena membunuh petugas medis.

Israel tak hanya dibahas dalam hal invasinya di Lebanon selatan, tetapi juga tentang Gaza. Anggota parlemen Uni Eropa, Marc Botenga, baru saja menyinggung Israel ketika memprotes perbedaan sikap Eropa terkait pemberian sanksi.

Botenga mengkritik kebijakan Eropa yang mempertimbangkan pemberian sanksi atas dugaan perdagangan gandum Ukraina oleh Rusia, namun tidak menerapkan sikap yang sama terhadap Israel atas apa yang terjadi di Gaza.

Dalam keterangannya, Botenga mempertanyakan mengapa sanksi Eropa lebih ketat terhadap “gandum curian” daripada dugaan kejahatan perang.

tirto.id – Flash News

Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Rangkuman Peristiwa Perang Iran vs Amerika Terbaru Hari ke-60

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy Astaga! privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us