Selama fase menyusui, kadang mood juga naik turun, jadi kamu perlu memahami beberapa hal ini!
Busui era milenial / Credit: freepik.com via www.freepik.com
Meski terkesan mudah, faktanya fase menyusui memiliki tantangan tersendiri. Misalnya saja, mulai dari seorang ibu harus menyusui anaknya di ruang publik agar tidak rewel sampai munculnya tuntutan di media sosial yang seolah mengharuskan ibu menyusui menjadi sosok super sempurna alias tanpa cela.
Yup, karena pada dasarnya, apa yang dilakukan seorang selebgram atau influencer nggak semuanya bisa diikuti, mengingat kondisi fisik, mental, dan finansial masing-masing ibu itu berbeda. Iya, nggak?
Untuk itu, kali ini salah satu editor Hipwee sekaligus pejuang ASI akan berbagi cara-cara terbaik agar para ibu menyusui di luar sana tetap waras, karena sadarlah bahwa kalian juga manusia biasa yang butuh diperhatikan. Jadi, nggak perlu kok ikut-ikutan standar yang ada di media sosial!
1. Riwayat Tiap Ibu Berbeda

Kamu bisa konsumsi sayur daun katuk atau suplemen penambah ASI biar proses menyusui lebih lancar
Ketahuilah bahwa riwayat kesehatan masing-masing ibu itu berbeda. Nggak adil rasanya kalau kamu membandingkan jumlah ASI-mu dengan ibu-ibu yang ada di media sosial atau bahkan ibu di seluruh dunia ini! Jadi, jangan pernah terbesit pemikiran “Kok jumlah ASI ibu A banyak banget, ya? Sekali pompa aja bisa 400 mili, sedangkan punyaku kok dikit banget sih!”
Membandingkan diri sendiri dengan ibu lain hanya akan menambah tingkat stresmu, sehingga justru berpotensi mengganggu produksi ASI setiap hari. Kamu nggak pernah tahu, bagaimana usaha yang dilakukan para ibu di media sosial, sehingga jumlah ASI mereka dalam sekali pompa bisa banyak sekali. Toh, riwayat kesehatanmu dengan mereka pun nggak sama, kan? Jadi nggak ada alasan logis, kalau kamu terus-terusan membandingkan produski ASI-mu dengan para ibu di luaran sana.
2. Nggak Perlu Beli alat Pompa ASI Harga Jutaan

Kamu bisa menemukan berbagai alat pompa ASI dari brand lokal yang teruji kualitasnya
Kalau memang belum mampu beli alat pompa ASI yang jutaan, kenapa harus malu? Banyak loh pompa ASI seharga ratusan ribu tapi kualitasnya juga udah oke banget. Yang penting kan nyaman, aman, dan cocok!
Sebagian busui merasa gengsi dan terpaksa berhutang demi memiliki pompa ASI seharga 2 sampai 3 juta karena ikut-ikutan para selebgram. Padahal kalau mau lebih rajin survey, pompa ASI yang bagus dengan harga di bawah 500 ribuan juga banyak. Tentunya, dengan kualitas dan tingkat keamanan serta kenyamanan yang telah disesuaikan dengan kondisi masing-masing busui.
3. Investasikan Uang untuk Pendidikan Anak

Menjadi bahagia merupakan salah satu bentuk perjuangan biar ASI tetap lancar
Daripada buat beli appron, kantong ASI sampai ASI booster yang harganya selangit, lebih baik investasikan uang kamu untuk pendidikan anak saja! Kenapa? Kalau kamu mau scroll marketplace, banyak lho online shop yang menjual printilan menyusui ini dengan harga yang sangat terjangkau.
ASI booster paling ampuh bukanlah kapsul atau susu seharga ratusan ribu sampai jutaan, tapi perasaan bahagia, ikhlas dan nggak gampang senewen dari dalam diri sang ibu. Perasaan bahagia dan tenang ini jugalah yang bikin ASI makin lancar.
Biar lebih gampang, kamu bisa melihat daftar alat yang perlu atau nggak perlu dibeli selama proses menyusui. Di antaranya:
Perlengkapan yang Kamu Pikir Perlu Dibeli!
- Pompa ASI manual atau elektrik (100.000-3.000.000)
- Apron menyusui (50.000-500.000)
- Kantong atau botol ASI (4.000-60.000)
- Vitamin atau untuk daya tahan tubuh serta tambahan kalsium (50.000-200.000)
- Stok sayur dan buah (minimal beli seminggu sekali)
- Botol susu atau cup feeder untuk media memberikan ASI saat ditinggal kerja (25.000-150.000)
- Breastpad lokal (15.000-25.000)
Perlengkapan yang Seharusnya Nggak Wajib Dibeli!
- Bantal menyusui
- ASI booster mahal
- Bra atau baju khusus menyusui
Daftar tadi bisa disesuaikan dengan kebutuhanmu, ya!
4. Ajak Suami Berpartisipasi dalam Fase Menyusui si Buah Hati

Peran suami sangat penting dalam fase menyusui lho, Bund!
Jadikan suamimu partner utama di usaha muliamu kali ini ya, Moms! Ajak dia memahami bagaimana proses menyusui yang benar, tanpa embel-embel menuntut atau bahkan saling menyalahkan.
Meski bukan tugas utamanya, nggak ada salahnya lho kamu mengajak suamimu berdiskusi soal pentingnya menyusui hingga anak berusia 2 tahun. Buat dia paham juga tentang kenapa ada yang namanya perawatan payudara menjelang persalinan, kenapa kamu harus memompa ASI setiap kali anakmu berhenti menyusu, yang ternyata supaya dia nggak heran kalau suatu saat kekencangan payudaramu berkurang drastis. Semua tentang komunikasi yang intens, bahkan bila perlu ajak juga orang tua atau mertuamu untuk andil dalam proses menyusuimu kali ini.
5. Busi Perlu Me Time
Kalau sudah muncul tanda-tanda perlu me time karena capek mengurus buah hati, kamu bisa komunikasikan dengan suami agar bisa bergantian menjaga buah hati.
Eits, me time ala busui nggak selalu dengan jalan-jalan keluar negeri atau shopping barang-barang branded. Tarik nafas panjang, hembuskan, lalu santap semangkuk mie rebus bertabur cabai bubuk saja sudah setingkat di bawah surga. Percaya nggak, bahagia itu sederhana!
Menjadi ibu menyusui memang rawan stres, karena memerlukan kesabaran ekstra untuk menghadapi beragam drama, seperti kurang tidur, ASI seret, dan sebagainya. Nah, di kondisi seperti ini, me time sangatlah diperlukan demi menjaga kewarasanmu sebagai ibu milenial maupun Gen Z. Cari hiburan yang sederhana saja, alias nggak perlu memaksakan jalan-jalan ke luar negeri padahal kebutuhan lain masih menunggumu di akhir bulan.
Kalau kamu sudah ikhlas, jangankan peduli dengan standar di Instagram, slentingan orang soal jumlah air susumu pun takkan membuat gentar. Ada hal yang jauh lebih penting, senyum tulus buah hatimu tercinta.