23 Juli Diperingati sebagai Hari Tanpa Televisi, Ini Sejarah dan Tujuannya!

23-juli-diperingati-sebagai-hari-tanpa-televisi,-ini-sejarah-dan-tujuannya!
23 Juli Diperingati sebagai Hari Tanpa Televisi, Ini Sejarah dan Tujuannya!
Share

Share This Post

or copy the link

23 Juli Diperingati sebagai Hari Tanpa Televisi, Ini Sejarah dan Tujuannya!

Phanie Siti Fauziah | Beautynesia

Selasa, 23 Jul 2024 06:45 WIB

img-alt

23 Juli Diperingati sebagai Hari Tanpa Televisi, Ini Sejarah dan Tujuannya/Foto: Freepik/stockking

Selain dikenal sebagai Hari Anak Nasional (HAN), tanggal 23 Juli juga diperingati sebagai Hari Tanpa Televisi di Indonesia.

Ini adalah upaya untuk mengajak masyarakat, khususnya keluarga, untuk tidak menonton televisi selama sehari penuh. Tujuannya adalah untuk memberikan kesadaran tentang pentingnya memilih tayangan yang berkualitas dan memberikan kesempatan untuk menghabiskan waktu dengan kegiatan yang lebih bermanfaat.

Apa itu Hari Tanpa Televisi?

Hari Tanpa Televisi adalah hari yang didedikasikan untuk mengurangi ketergantungan pada televisi dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam aktivitas lain yang lebih produktif. Peringatan ini bertujuan untuk mengingatkan kita akan dampak negatif dari menonton televisi secara berlebihan, terutama bagi anak-anak.  

Tujuan Hari Tanpa Televisi

Tujuan Hari Tanpa Televisi/Foto: Freepik/drobotdean

Hari Tanpa Televisi bertujuan untuk mendorong masyarakat agar lebih kritis dan bijaksana dalam mengonsumsi tayangan televisi. Dengan demikian, diharapkan masyarakat bisa menghindari dampak negatif dari konten televisi yang kurang mendidik. Televisi seringkali menampilkan tayangan yang tidak sesuai untuk anak-anak dan bisa mempengaruhi pola pikir serta perilaku mereka.

Gerakan ini tidak bermaksud melarang masyarakat menonton televisi selamanya. Sebaliknya, ini adalah kritik terhadap tayangan televisi yang kurang berkualitas, terutama bagi anak-anak.

Peringatan ini memberi kesempatan kepada keluarga untuk mengalihkan kegiatan menonton televisi ke aktivitas yang lebih bermanfaat seperti berkumpul dan bermain bersama anak-anak. Selain itu, gerakan ini juga diharapkan dapat memacu produser televisi untuk lebih memperhatikan kualitas tayangan yang mereka produksi. 

Sejarah Singkat Hari Tanpa Televisi

Sejarah Singkat Hari Tanpa Televisi/Foto: Freepik/jcomp

Dilansir dari detiknews, gagasan peringatan Hari Tanpa Televisi pada tanggal 23 Juli bermula dari inisiatif Yayasan Pendidikan Media Anak (YPMA).

Pada tahun 2008, YPMA mengajak Koalisi Nasional untuk mencanangkan Hari Tanpa Televisi. Gagasan ini muncul karena banyaknya tayangan televisi di Indonesia yang dianggap tidak aman dan tidak mendidik, terutama bagi anak-anak.

Tayangan televisi memiliki dampak besar karena anak-anak cenderung menyerap informasi tanpa menyaringnya terlebih dahulu. 

Cara Merayakan Hari Tanpa Televisi

Cara Merayakan Hari Tanpa Televisi/Foto: Freepik/freepik

Setiap tanggal 23 Juli, masyarakat Indonesia diajak untuk melakukan berbagai kegiatan selain menonton televisi. Berikut beberapa rekomendasi kegiatan yang bisa dilakukan untuk merayakan Hari Tanpa Televisi:

  • Quality time bersama keluarga

Manfaatkan waktu ini untuk mempererat hubungan dengan anggota keluarga. Diskusikan hal-hal penting, rencanakan kegiatan bersama, atau sekadar berbincang santai.

  • Bermain bersama anak-anak

Lakukan berbagai permainan yang bisa meningkatkan kreativitas dan kebersamaan. Permainan tradisional atau aktivitas fisik di luar rumah bisa menjadi pilihan.

  • Olahraga di sekitar rumah

Aktivitas fisik seperti jogging, bersepeda, atau jalan santai dapat meningkatkan kesehatan dan kebugaran.

  • Jalan-jalan ke luar rumah

Kunjungi tempat-tempat menarik di sekitar tempat tinggal seperti taman, museum, atau tempat wisata lokal.

  • Membersihkan rumah

Selain membuat rumah lebih nyaman, kegiatan ini juga bisa menjadi cara untuk beraktivitas fisik bersama keluarga.

  • Membaca buku

Menghabiskan waktu dengan membaca dapat menambah wawasan dan menjadi alternatif hiburan yang mendidik.

Hari Tanpa Televisi adalah kesempatan untuk mempererat hubungan keluarga dan melakukan kegiatan yang lebih produktif. Dengan mengurangi waktu menonton televisi, kita bisa memanfaatkan hari ini untuk mengisi waktu dengan aktivitas yang positif dan mendidik. Mari manfaatkan hari ini untuk melakukan berbagai aktivitas yang lebih bermanfaat dan bermakna bersama keluarga tercinta.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
23 Juli Diperingati sebagai Hari Tanpa Televisi, Ini Sejarah dan Tujuannya!

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy Astaga! privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us