Demam Roblox di kalangan anak-anak: Bagaimana orang tua bisa membuatnya lebih aman?

demam-roblox-di-kalangan-anak-anak:-bagaimana-orang-tua-bisa-membuatnya-lebih-aman?
Demam Roblox di kalangan anak-anak: Bagaimana orang tua bisa membuatnya lebih aman?
Share

Share This Post

or copy the link

● Sistem Roblox yang terbuka membuat pemainnya, terutama anak-anak, rentan terhadap konten dan interaksi tidak aman.

● Peran orang tua sangat penting dalam menjaga keamanan digital anak melalui kecakapan digital dan bermain bersama.

● Meski punya potensi edukatif, tiap gim dalam Roblox menawarkan pengalaman dan risiko yang berbeda.


Roblox jadi salah satu gim terpopuler sepanjang masa dengan jumlah pemain lebih dari 100 juta per hari.

Di Indonesia, Roblox tidak kalah populer. Jumlah pemain aktif hariannya mencapai 7,2 juta per Agustus 2025.

Roblox populer karena gratis dan menekankan interaksi sesama pemainnya. Karena mudah dimainkan, tidak heran 40% penggunanya berusia di bawah 13 tahun.

Di dunia Roblox, kita bisa melakukan apa saja dan berinteraksi dengan siapa saja. Hal ini memungkinkan tertampungnya banyak variasi konten karena pemain bisa membuat dan memasukkan berjuta “experience” kreasi pengguna.

Sistem Roblox yang sangat terbuka ini memperbesar peluang bagi anak pengguna Roblox untuk mengakses “experience” yang mungkin berbahaya bagi mereka.

Banyak “experience” nyatanya berbahaya bagi anak-anak. Contohnya pengalaman yang memuat ujaran kebencian atau fitur chat yang memungkinkan para pengguna berinteraksi dengan predator seksual.

Yang tidak kalah penting untuk diwaspadai adalah adanya “experience” yang mengarahkan pada transaksi mikro seperti ‘shovelware’—istilah untuk perangkat lunak berkualitas rendah yang dirancang hanya untuk menghasilkan uang.

Roblox mengklaim platform mereka adalah tempat bermain anak yang aman melalui sistem verifikasi umur dan pembatasan beberapa fitur.

Tetap saja gim ini masih berpotensi tidak aman. Karena itu, orang tua perlu berperan sebagai agen utama dalam menjaga keamanan digital anak—termasuk saat bermain Roblox.

Membuat Roblox lebih aman untuk anak

Roblox menjadi salah satu gim dengan pengguna terbanyak.

Anak-anak bermain gim bersama. WAWAN CHRISTANDRA/shutterstock

Meskipun Roblox sudah menetapkan standar keamanan untuk pemain di bawah 13 tahun, literasi digital orang tua tetap jadi pengaman paling efektif untuk membantu memahami dan menilai risiko yang dihadapi anak.

Orang tua dengan tingkat kecakapan digital yang tinggi akan lebih percaya diri dalam membantu anak menavigasi dunia digital, termasuk dalam bermain gim.


Read more: Mau anak melek digital? Orang tua harus melek lebih dulu


1. Memiliki dan mewariskan kecakapan digital

Setidaknya ada dua dimensi dalam kompetensi kecakapan digital yang penting dalam konteks Roblox ini.

Pertama, orang tua perlu membimbing identitas online anak dengan membantu mereka ketika membuat akun di Roblox tanpa mengorbankan keamanan dan privasi. Ini termasuk memilih fitur yang boleh digunakan anak.

Kedua, orang tua perlu mawas diri terhadap keamanan dan akses digital. Misalnya apakah anak bermain menggunakan gawai orang tua atau gawai mereka sendiri, dan apakah gawai itu terhubung dengan e-wallet atau metode pembayaran lain.

Penting bagi orang tua untuk berdiskusi dengan anak terkait hal-hal yang aman dan tidak aman di Roblox. Orang tua perlu menjelaskan alasannya dengan bahasa yang mudah dipahami anak.

Misalnya, orang tua menjelaskan tata cara dan risiko berbicara dengan orang asing di kolom chat. Hal ini termasuk menjelaskan kata-kata yang tidak pantas yang mungkin tidak sengaja mereka lihat di dalam gim.

Agar anak tidak merasa diawasi, komunikasi bisa dilakukan dengan diskusi sederhana dan santai. Tujuannya agar anak pelan-pelan bisa menerima kegelisahan orang tua sekaligus belajar melindungi diri mereka sendiri.

2. Bermain bersama

Strategi lain yang bisa digunakan adalah co-play atau bermain bersama.

Co-play memberi kesempatan bagi orang tua untuk memahami secara langsung pengalaman anak bermain Roblox. Dengan demikian, orang tua juga dapat lebih memahami konten gim, interaksi anak dengan gim itu, dan pengalaman sosial yang anak dapatkan.

Dengan mendapatkan pengalaman yang sama dengan anak, co-play mendorong terbangunnya diskusi antara orang tua dan anak tentang potensi risiko dalam gim dan cara mengatasinya.

Jika memungkinkan, ada baiknya orang tua lebih memahami Roblox daripada sang anak. Dengan pemahaman yang lebih tinggi, orang tua bisa meredam pemaparan konten atau mencegah anak masuk ke dalam komunitas yang berbahaya bagi anak.

Benarkah Roblox punya potensi edukasi?

Risiko gim Roblox untuk anak-anak mengundang beragam respons di banyak negara, termasuk Indonesia. Roblox bahkan dilarang di beberapa negara karena dianggap tidak aman.

Salah satu topik yang menjadi perdebatan adalah unsur edukasi dari Roblox. Tergantung pada motivasi bermain dan tindakan orang lain, permainan sosial memang dapat memfasilitasi komunikasi dan kerja sama.

Gim video juga dapat meningkatkan kemampuan kognitif, seperti persepsi dan pembuatan keputusan, termasuk kemampuan membaca. Rasa senang yang didapat dari bermain gim video ternyata dapat memperkuat dampak positif tersebut.

Permainan yang dirancang hanya untuk hiburan juga dapat bersifat edukatif. Reading Eggs yang cukup populer di Australia, misalnya, menggunakan gim video untuk memfasilitasi pembelajaran. The Singapore Asian Civilisations Museum juga membuat “ACMverse” di platform Roblox sebagai sebuah pameran khusus, di mana anak-anak bisa bermain secara langsung di sana dengan aman. Penelitian juga sudah menyatakan bahwa Roblox memiliki potensi untuk digunakan dalam edukasi.

Namun, Roblox memiliki banyak server atau gim mini. Konten dan pengalaman bermain yang diberikan oleh masing-masing gim bisa sangat berbeda. Alhasil, tidak mudah untuk memperkirakan paparan terhadap anak-anak jika mereka bermain tanpa akses yang diregulasi.

Roblox sebagai platform gim mengklaim akan melakukan yang terbaik untuk melindungi anak di lingkungan gim mereka. Untuk konteks di Indonesia, ini termasuk menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan Indonesia Game Rating System (IGRS) dan meninjau ulang klasifikasi game yang saat ini masih menggunakan rating T (teen) dari entertainment software rating board (ESRB) untuk remaja.

Namun, kontrol keamanan untuk pengalaman bermain anak sebaiknya tetap berada di orang tua.


0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Demam Roblox di kalangan anak-anak: Bagaimana orang tua bisa membuatnya lebih aman?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy Astaga! privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us