tirto.id – Kondisi Perang Iran terkini menyebut Teheran marah saat Pulau Kharg menjadi target serangan udara pasukan Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (14/3/2026). Serangan itu bahkan dilakukan dalam skala besar dan diklaim AS menghancurkan fasilitas penyimpanan ranjau laut, bunker penyimpanan rudal hingga beberapa situs militer lainnya.
“Pasukan AS berhasil menyerang lebih dari 90 target militer Iran di Pulau Kharg, sambil tetap menjaga infrastruktur minyak,” kata CENTCOM dikutip Al Arabiya, Sabtu (14/2/2026).
Presiden AS Donald Trump telah menyampaikan ancamannya pada Jumat (13/2/2026) sebelum menyerang Pulau Kharg. Trump menyebut akan benar-benar mengintervensi sisi infrastruktur minyak utama di Iran itu, kecuali Teheran menghentikan serangan pada kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz.
“Saya telah memilih untuk tidak menghancurkan infrastruktur minyak di pulau itu. Namun, jika Iran, atau siapa pun, melakukan sesuatu untuk mengganggu jalur pelayaran yang bebas dan aman bagi kapal-kapal melalui Selat Hormuz, saya akan segera mempertimbangkan kembali,” kata Trump dikutip NDTV.
Buah dari serangan ke fasilitas militer di Pulau Kharg yaitu militer Iran juga akan mengambil langkah serupa. Teheran mengancam menyerang pelabuhan, dermaga hingga tempat persembunyian AS di Uni Emirat Arab (UEA) yang disebut sebagai lokasi untuk mengintervensi Kharg.
Arti Penting Pulau Kharg untuk Iran
Pulau Kharg terletak di sisi paling utara Teluk Persia yang lokasinya berada sekitar 28 kilometer dari daratan Provinsi Bushehr di Iran. Dari Teheran, letaknya kurang lebih 400 kilometer ke arah selatan.
Pulau berbatu kapur ini cukup kecil dengan panjang sekira 8 kilometer dan lebar 5 kilometer. Pulau Kherg dikenal pula dengan sebutan “mutiara yatim piatu Teluk Persia” yang dijuluki oleh penulis Iran, Jalal Al-e-Ahmad. Adapun Trump menyebutnya “permata mahkota”.
Mengutip NDTV, Pulau Kherg menjadi salah satu “nyawa” energi bagi Iran dan negara-negara lainnya. Di sana terdapat fasilitas tangki penyimpanan minyak, terminal pemuatan, dan jalur pipa.
Terminal di pulau tersebut menerima minyak mentah dari tiga ladang di lepas pantai utara, yaitu Aboozar, Forouzan, dan Dorood. Minyak diangkut lewat jaringan pipa bawah laut menuju fasilitas pengolahan di darat. Setelah diolah, minyak disimpan atau dikirim ke pasar global.
Fasilitas penyimpanan di Kharg bisa menampung sekira 950 juta barel minyak mentah setiap tahunnya. Peneliti energi di Royal United Services Institute, Petras Katinas, mengatakan pada AP bahwa Pulau Kharg bernilai ekonomis tinggi. Dari situ, hasil penjualan minyak digunakan untuk mendanai militer dan pemerintah Iran.
Hal inilah yang membuat Pulau Kharg menjadi sangat penting keberadaannya bagi Iran dan tidak boleh sampai lepas dari pengendalian. Sebenarnya masih ada pulau-pulau lain di Iran yang memiliki fasilitas minyak dan lokasinya strategis. Di antaranya termasuk Pulau Qeshm dan pulau-pulau kecil Abu Musa, serta Tunb Besar dan Tunb Kecil.
AS dan Israel turut bersikap hati-hati jika hendak mengintervensi Pulau Kharg karena berpotensi menimbulkan dampak luas jika sampai hancur. Di sisi lain, pulau ini turut menjadi daya tarik tersendiri untuk dikuasai. Penguasaan atas Kharg menjadi sebuah opsi untuk mewujudkan ambisi negara adidaya.
Menurut laporan Wall Street Journal dan New York Times pada Jumat (13/3/2026), Pentagon telah mengirimkan kapal serbu amfibi USS Tripoli bersama sekitar 2.500 marinir. Pasukan tersebut diarahkan menuju wilayah Pulau Kharg.
tirto.id – Flash News
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Abdul Aziz