tirto.id – Pembaruan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Volume 2 untuk acuan distribusi bantuan sosial (bansos) Triwulan II 2026 sudah dilakukan Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Pusat Statistik (BPS).
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyatakan pemutakhiran DTSEN ini merupakan kegiatan rutin guna meningkatkan akurasi data penerima bansos dan memastikan distribusi bantuan lebih tepat sasaran.
“Ada yang sebelumnya tidak menerima, sekarang menerima. Dan, ada yang selama ini menerima tetapi masuk ke inclusion error, sehingga tidak menerima [bantuan] lagi. Jadi memang data ini dinamis,” kata Gus Ipul dalam konferensi pers di kantor Kemensos, Jakarta, pada Senin (13/4/2025).
Dalam DTSEN Volume 2 Tahun 2026, sebanyak 11.014 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dikeluarkan dari daftar penerima bansos (inclusion error). Jumlah ini setara 0,06 persen dari total penerima bansos Triwulan I 2026.
Di sisi lain, Kemensos juga memasukkan banyak data penerima baru berdasarkan hasil pemutakhiran DTSEN.
Dari 77.014 keluarga yang semula belum tercatat memiliki desil, 27.176 di antaranya kini sudah terklasifikasi berkat proses verifikasi lapangan (ground check).
Tercatat, ada 25.665 keluarga yang masuk desil 1–4 dan berpeluang menjadi penerima bansos. Adapun 1.511 keluarga sisanya terkategorikan dalam desil 5–10 sehingga masuk kelompok inclusion error.
Agar data makin akurat, Gus Ipul mengimbau masyarakat memanfaatkan sejumlah kanal resmi milik Kemensos untuk mengajukan sanggahan maupun laporan terkait pendataan penerima bansos.
“Untuk yang merasa keberatan tentu diperbolehkan, salurannya sudah kita siapkan. Dengan harapan disertai bukti sehingga bisa kami nilai untuk kelanjutannya,” jelasnya.
Dia memastikan Kemensos berkomitmen menjaga transparansi serta membuka kesempatan luas bagi publik guna berpartisipasi dalam pendataan warga penerima bansos.
Hasil pemutakhiran DTSEN terbaru juga sudah terintegrasi dengan data kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri. Dengan begitu, validitas data makin diperkuat.
Dengan pemutakhiran DTSEN hingga penyediaan sarana partisipasi bagi warga, Kemensos berharap penyaluran bansos Triwulan II 2026 lebih akurat, transparan, dan tepat sasaran.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis