Guru di Jepang Bagikan Foto Tak Senonoh Para Siswi di Grup Chat, Korban Capai Puluhan

guru-di-jepang-bagikan-foto-tak-senonoh-para-siswi-di-grup-chat,-korban-capai-puluhan
Guru di Jepang Bagikan Foto Tak Senonoh Para Siswi di Grup Chat, Korban Capai Puluhan
Share

Share This Post

or copy the link

Nadya Quamila | Beautynesia

Senin, 27 Apr 2026 16:30 WIB

Miris! Guru di Jepang Bagikan Foto Tak Senonoh Para Siswi di Grup Chat, Korban Capai Puluhan

Miris! Guru di Jepang Bagikan Foto Tak Senonoh Para Siswi di Grup Chat, Korban Capai Puluhan/Foto: Ilustrasi dari Rajulur Rasyid

Seorang guru yang seharusnya melindungi murid malah menjadi penyebab rasa tak aman muncul. Seorang guru SD di Jepang menyebarkan foto-foto tidak senonoh seorang siswi di sebuah grup chat. Mirisnya, ia membagikan foto tersebut ke sesama guru.

Akibat perbuatannya, Yuji Wada (42), dijatuhi hukuman selama 2,5 tahun penjara oleh Pengadilan Distrik Nagoya pada Kamis (16/4). Ia dinyatakan bersalah karena melanggar undang-undang yang melarang pengambilan gambar tidak senonoh serta perusakan properti, sebagaimana dilaporkan The Japan Times. Wada disebut menciptakan “situasi berbahaya” bagi anak-anak yang seharusnya ia lindungi sebagai seorang guru.

Wada membuat sebuah obrolan grup chat yang terdiri dari tujuh guru SD dan SMP dari lima prefektur berbeda, yaitu Hokkaido, Kanagawa, Tokyo, Okayama, dan Aichi. Dikutip dari The Straits Times, Wada secara diam-diam mengambil foto tidak senonoh seorang siswi berusia 9 tahun di dalam stasiun pemadam kebakaran saat perjalanan sekolah di Prefektur Aichi. Ia lalu mengirimkan gambar tersebut melalui grup obrolan pada September 2024.

Tak hanya itu saja, Wada juga diduga telah mengoleskan cairan tubuh pada alat musik recorder milik tujuh gadis berusia antara 9 dan 12 tahun di rumahnya antara Oktober 2024 dan Juni 2025.

“Ia menyalahgunakan posisinya sebagai guru,” kata Hakim Ketua Mayuko Nishiwaki. “Ini benar-benar tercela. Ia memikul tanggung jawab besar karena telah menyebabkan guncangan besar bagi sekolah-sekolah dan merusak kepercayaan publik terhadap guru.”

Menurut penuturan Wada, ia bertemu dengan guru-guru lainnya yang ada di grup tersebut di media sosial pada 2021. Mereka berkomunikasi melalui aplikasi pesan terenkripsi dan pada Agustus 2024 kelompok yang beranggotakan tujuh orang itu telah terbentuk. Awalnya, menurut Wada, kelompok tersebut awalnya hanya membahas pekerjaan rumah dan hal-hal semacam itu. Tapi hal ini berubah setelah para anggota mulai memposting konten ekstrem.

Aksi guru di grup chat tersebut semakin ekstrem karena mereka memuaskan kebutuhan seksual menggunakan murid-murid dan saling memuji atas gambar dan video tidak senonoh yang mereka bagikan.

Dewan Pendidikan Kota Nagoya telah meminta Wada untuk membayar 200 ribu yen agar mereka dapat melakukan penyelidikan, termasuk memeriksa apakah ada kamera tersembunyi yang dipasang di sekolah lamanya, menurut NHK.

Kelompok tersebut dilaporkan telah memangsa lebih dari 75 anak, menurut laporan Kepolisian Prefektur Aichi. Selain tujuh anggota tersebut, ada juga individu yang bertukar gambar tidak senonoh dengan kelompok tersebut secara pribadi. Hingga saat ini, investigasi masih terus berlangsung.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Guru di Jepang Bagikan Foto Tak Senonoh Para Siswi di Grup Chat, Korban Capai Puluhan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy Astaga! privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us