Mitos seputar kehamilan masih banyak dipercaya orang Indonesia. Artikel ini mengulas 8 mitos populer lengkap dengan fakta medis yang sebenarnya.
Sebelum kita bahas lebih jauh soal mitos seputar kehamilan, baru-baru ini publik ikut berbahagia dengan dua kabar hangat dari dunia hiburan. Zaskia Sungkar yang tengah menanti kelahiran anak keduanya, serta Salma Salsabil, jebolan Indonesian Idol, yang baru saja mengumumkan kelahiran anak pertamanya.
Dua momen berbeda ini kembali mengingatkan kita bahwa setiap perjalanan kehamilan punya cerita unik. Di balik suka cita itu, selalu ada banyak saran, nasihat, bahkan larangan yang beredar di masyarakat. Sebagian memang bermanfaat, tapi tidak sedikit yang ternyata hanya mitos belaka. Yuk … kita bahas mitos seputar kehamilan yang paling sering dipercaya di Indonesia dan faktanya menurut medis.
8 Mitos Seputar kehamilan Yang Sering Di Percaya Di Indonesia dan Faktanya Menurut Medis
1. Bentuk Perut Menentukan Jenis Kelamin Bayi

Mitos:
Banyak orang percaya dengan mitos seputar kehamilan ini. Dimana bentuk perut ibu hamil bisa menjadi penanda jenis kelamin bayi. Katanya, jika perut terlihat runcing dan tinggi berarti laki-laki, sedangkan jika perut tampak bulat dan melebar berarti perempuan. Mitos ini masih sering diwariskan turun-temurun di masyarakat Indonesia.
Fakta:
Menurut Dr. Madhavi Gupta (B.A.M.S.), spesialis kesehatan wanita dan perawatan antenatal, bentuk perut tidak ada kaitannya dengan jenis kelamin janin. Perbedaan bentuk perut justru dipengaruhi oleh beberapa faktor medis dan fisik, antara lain:
- Posisi janin di dalam rahim: Apakah kepala bayi sudah berada di bawah atau masih melintang.
- Jumlah cairan ketuban: Volume cairan bisa memengaruhi ukuran serta tampilan perut
- Kekuatan otot perut ibu: Otot yang lebih kencang cenderung membuat perut terlihat lebih runcing.
- Postur tubuh ibu: Tubuh tinggi dan ramping bisa membuat perut tampak berbeda dibanding tubuh pendek atau berisi.
Jenis kelamin bayi baru bisa dipastikan melalui pemeriksaan medis seperti pada usia 14–20 minggu atau melalui tes DNA prenatal non-invasif (NIPT) sejak minggu ke-10 kehamilan. Jadi, jangan buru-buru percaya hanya dari bentuk perut, ya!
2. Makan Nanas Bisa Menyebabkan Keguguran

Mitos:
Masih banyak loh bumil yang percaya mitos seputar kehamilan ini. Nanas dianggap sebagai buah “panas” yang bisa melemahkan kandungan. Bahkan, ada yang mengatakan bahwa ibu hamil trimester pertama dilarang keras makan nanas karena bisa memicu keguguran atau membuat janin tidak berkembang.
Fakta:
Secara medis, anggapan tersebut tidak benar. Nanas memang mengandung enzim bromelain, tetapi jumlahnya di daging buah sangat kecil dan tidak cukup kuat untuk menimbulkan kontraksi rahim. Bromelain dalam jumlah tinggi hanya ditemukan pada bagian batang nanas, yang pada kenyataannya jarang dikonsumsi.
Justru, jika dimakan dalam porsi wajar, nanas memberikan banyak manfaat bagi ibu hamil. Buah ini kaya vitamin C yang berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh, serat untuk mencegah sembelit, dan air untuk membantu hidrasi.
Yang perlu diperhatikan adalah konsumsi berlebihan. Karena nanas bersifat asam, makan terlalu banyak bisa menyebabkan perut kembung, mulas, atau maag, terutama bagi ibu hamil yang memiliki lambung sensitif. Jadi, nanas tetap aman dikonsumsi selama jumlahnya wajar dan tidak berlebihan.
Kesimpulannya, ibu hamil tidak perlu takut makan nanas. Alih-alih membahayakan janin, nanas justru bisa menjadi camilan sehat bila dikonsumsi secukupnya.
3. Tidak Menuruti Ngidam Bisa Membuat Bayi Ngiler

Mitos:
Banyak yang percaya kalau ibu hamil tidak dituruti ngidamnya, bayi yang lahir akan sering ngiler. Hayo siapa yang percaya mitos seputar kehamilan yang satu ini? Karena kepercayaan seputar mitos kehamilan ini nih, tidak hanya suami biasanya yang kebingungan, semua keluarga biasanya berusaha keras memenuhi apa pun permintaan ngidam ibu hamil.
Fakta:
Ngiler pada bayi sebenarnya wajar karena kelenjar ludahnya baru belajar berfungsi. Hal ini tidak ada hubungannya dengan apakah ngidam ibu dipenuhi atau tidak. Ngidam sendiri lebih banyak dipengaruhi oleh perubahan hormon, emosi, serta kebutuhan nutrisi tertentu. Jadi, menuruti ngidam boleh saja selama sehat dan tidak berlebihan, tapi tidak ada kaitannya dengan bayi ngiler.
Selain itu, tidak semua ngidam wajib dipenuhi, apalagi kalau berisiko, seperti makanan terlalu manis, terlalu pedas, atau tidak higienis. Menuruti ngidam sesekali boleh saja untuk menjaga suasana hati ibu tetap baik, tapi yang lebih penting adalah menjaga pola makan seimbang dengan nutrisi cukup.
Ingat ya, ngidam tidak menentukan nasib bayi saat lahir. Jadi para bumil jangan khawatir kalau ada keinginan yang tidak sempat terpenuhi, bayi tetap bisa lahir sehat selama ibu menjaga pola hidup dan nutrisi dengan baik.
4. Minum Es Bisa Membuat Bayi Besar

Mitos:
Sebagian orang percaya kalau ibu hamil minum es, maka bayi di dalam kandungan akan tumbuh lebih besar. Katanya, es bisa membuat janin “membeku” atau menambah berat badan berlebih sehingga persalinan jadi sulit.
Fakta:
Air es hanyalah air biasa yang didinginkan. Tidak ada kandungan khusus yang bisa membuat janin lebih besar. Pertumbuhan bayi justru dipengaruhi oleh faktor genetik, asupan gizi, serta kondisi kesehatan ibu, bukan dari suhu minuman. Minum es tetap aman selama air yang digunakan bersih dan higienis. Yang perlu diperhatikan adalah tambahan gula pada minuman dingin seperti es sirup atau es teh manis, karena gula berlebih bisa meningkatkan risiko diabetes gestasional.
5. Ibu Hamil Tidak Boleh Keramas Malam Hari

Mitos:
Keramas malam hari sering dianggap bisa membuat ibu hamil masuk angin, sakit kepala, atau bahkan memengaruhi kesehatan janin.
Fakta:
Keramas di malam hari tidak ada hubungannya dengan kondisi kandungan. Justru menjaga kebersihan tubuh, termasuk rambut dan kulit kepala, penting selama kehamilan. Jika ingin keramas malam hari, sebaiknya menggunakan air hangat dan pastikan rambut dikeringkan dengan baik supaya tidak membuat tubuh kedinginan atau mudah masuk angin. Jadi, aman-aman saja asalkan dilakukan dengan benar.
6. Bentuk Wajah Ibu Menentukan Jenis Kelamin Bayi

Mitos:
Ada kepercayaan bahwa wajah ibu bisa menjadi petunjuk jenis kelamin bayi. Mitos seputar kehamilan ini percaya kalau wajah ibu terlihat lebih cantik dan cerah, katanya sedang mengandung anak perempuan. Sebaliknya, jika wajah tampak kusam atau sering berjerawat, dianggap hamil anak laki-laki.
Fakta:
Perubahan wajah ibu hamil dipengaruhi oleh hormon kehamilan, retensi cairan, hingga kondisi kulit masing-masing. Sebagian ibu jadi lebih glowing, sementara yang lain mungkin lebih mudah berjerawat atau kusam. Semua ini normal dan tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin bayi. Jenis kelamin hanya bisa diketahui lewat pemeriksaan medis, bukan dari penampilan wajah.
7. Ibu Hamil Tidak Boleh Olahraga

Mitos:
Dulu banyak yang melarang ibu hamil berolahraga karena dianggap bisa membuat janin terguncang, bahkan berisiko keguguran.
Fakta:
Olahraga justru sangat dianjurkan selama kehamilan, asalkan dilakukan dengan porsi ringan hingga sedang. Aktivitas seperti jalan kaki, yoga prenatal, senam hamil, atau berenang membantu melancarkan sirkulasi darah, mengurangi stres, mencegah kenaikan berat badan berlebih, hingga memudahkan proses persalinan. Yang perlu dihindari hanyalah olahraga ekstrem, berisiko jatuh, atau angkat beban terlalu berat.
8. Makan Pedas Bisa Memicu Persalinan

Mitos:
Banyak yang percaya makan pedas di trimester akhir bisa mempercepat kontraksi dan membuat ibu segera melahirkan.
Fakta:
Makanan pedas memang dapat merangsang sistem pencernaan, menyebabkan mulas atau diare pada sebagian ibu. Namun, tidak ada kaitan langsung antara makanan pedas dan rahim. Persalinan hanya akan terjadi ketika tubuh memang sudah siap dan ada sinyal alami dari hormon serta kondisi rahim. Jadi, makan pedas boleh-boleh saja selama ibu tahan terhadap rasa pedas dan tidak menimbulkan gangguan pencernaan.
Jangan Terjebak Mitos, Nikmati Kehamilan dengan Tenang.

Nah, setelah tahu bedanya mitos dan fakta seputar kehamilan, semoga para bumil yang awalnya was-was bisa lebih tenang menjalani masa-masa menanti kelahiran ya. Ingat, setiap pengalaman hamil itu unik dan nggak bisa disamaratakan. Tapi kalau bumil masih ragu dengan sesuatu, jangan sungkan untuk konsultasi langsung ke dokter atau bidan, ya. Yuk, saling dukung dan berbagi cerita sehat supaya perjalanan kehamilan jadi lebih menyenangkan! Jangan lupa share sebanyak-banyaknya ke siapapun yang perlu tahu fakta seputar kehamilan ini.