Trump Bahas Perluasan Operasi Militer Israel di Lebanon Selatan

trump-bahas-perluasan-operasi-militer-israel-di-lebanon-selatan
Trump Bahas Perluasan Operasi Militer Israel di Lebanon Selatan
Share

Share This Post

or copy the link

tirto.id – Presiden AS Donald Trump menyatakan dukungannya terhadap rencana Israel memperluas operasi militer darat di Lebanon selatan, sembari menyebut kelompok Hizbullah sebagai “masalah besar”. Pernyataan kontroversial ini muncul di tengah kecaman keras Prancis atas serangkaian serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) di wilayah tersebut.

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan telah berkoordinasi dengan Israel mengenai perluasan operasi darat di Lebanon selatan. Dia menyebut kelompok Hizbullah Lebanon sebagai sebuah masalah besar.

“Iya, saya melakukannya,” kata Trump kepada para wartawan ketika ditanya apakah ia telah membicarakan perluasan operasi di Lebanon dengan para pemimpin Israel, pada Senin (16/3/2026) waktu setempat, dikutip dari Antara (17/3/2026).

Pada awal Maret, Hizbullah melanjutkan operasi militer aktif terhadap Israel. Tindakan ini dilakukan usai Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, terbunuh dalam penyerangan yang dilacarkan Israel.

Sebagai respons, militer Israel melancarkan serangan intensif ke wilayah pinggiran selatan Beirut serta puluhan kota dan permukiman di Lebanon bagian selatan dan timur.

Menurut data resmi, sebanyak 570 orang tewas, 1.444 orang terluka, dan sekitar 800.000 warga terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Sementara itu, situasi di Lebanon semakin memanas setelah Prancis mengecam keras serangkaian serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) oleh kelompok bersenjata non-negara.

“Prancis mengecam keras penembakan yang terjadi beberapa kali terhadap tentara UNIFIL kemarin. Serangan dari kelompok bersenjata non-negara ini tidak dapat diterima,” dalam sebuah pernyataan pada Senin (16/3/2026), dikutip dari Antara Selasa (17/3/2026).

Kementerian Luar Negeri Prancis pun menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri. “Kembali melakukan gencatan senjata yang ditetapkan pada 26 November 2024 dan mematuhi Resolusi Dewan Keamanan 1701,” tertulis dalam pernyataan.

Sebagai informasi, komando UNIFIL mengatakan bahwa pasukannya diserang pada Minggu (15/3/2026). Diduga, serangan dilakukan oleh kelompok bersenjata yang tidak berafiliasi dengan pemerintah, dalam tiga insiden terpisah saat berpatroli di sekitar lokasi di Yater, Deir Kifa, dan Qallawiyah. Kementerian Luar Negeri Lebanon mengecam serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tersebut.

tirto.id – Flash News

Sumber: Antara
Editor: Siti Fatimah

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Trump Bahas Perluasan Operasi Militer Israel di Lebanon Selatan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy Astaga! privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us