Pasca lebaran, jangan sepelekan kondisi tubuh dengan melakukan tes kesehatan di bawah ini!
Sebelum melakukan diet pasca lebaran, ada baiknya kamu mengutamakan hal penting ini terlebih dahulu. Apa itu? Cek kesehatan lewat serangkaian tes! Yaps, tes kesehatan setelah lebaran akan memberimu pandangan tentang; memilih jenis diet yang cocok untuk tubuh, menghindari makanan tertentu, menjaga pola tidur, dan sebagainya.
Perlu kamu ketahui, setelah sebulan puasa dengan metabolisme yang “adem ayem,” tubuh kita tiba-tiba diserbu gula, lemak jenuh, dan purin berintensitas tinggi di momen hari raya Idul Fitri.
Jadi sebelum kamu bilang “Ah, besok mulai diet aja,” ada baiknya cek dulu kondisi sebenarnya tubuhmu. Ini bukan tentang body shaming, tapi health screening agar tahun depan masih bisa mudik dengan badan yang sehat dan prima.
Apa Saja Tes Kesehatan yang Perlu Dilakukan Usai Lebaran?
1. Cek Gula Darah

Cek gula darah nggak sakit kok!
Selama lebaran, banyak makanan manis yang tersaji di atas meja bahkan disantap bersama keluarga. Apalagi kalau kamu sudah menghabiskan setoples kue kering lebaran sendirian. Wah, wajib banget cek gula darah! Makanan tinggi gula tentunya menjadi beban besar buat pankreas. Gula darah yang melonjak drastis nggak cuma bikin ngantuk berat setelah makan, tapi bisa jadi sinyal prediabetes yang mengintai.
Banyak yang pikir diabetes itu “penyakit orang tua,” padahal gaya makan lebaran modern (tinggi kalori, minim gerak) bikin anak muda usia 20-an juga rentan terkena diabates. Di sinilah pentingnya tes gula darah.
Kamu bisa cek gula darah di puskesmas/klinik terdekat dengan membayar Rp30.000 ribuan atau biasanya tersedia cek gula darah di CFD hari Minggu dengan membayar Rp10.00-Rp15.000 sekali cek. Agar hasilnya akurat, usahakan cek pagi sebelum makan untuk lihat gula puasa, dan cek sewaktu untuk lihat respons tubuh usai makan. Kalau hasilnya di atas 200 mg/dL, berarti saatnya mengurangi asupan atau konsumsi gula.
2. Pemeriksaan Asam Urat

Kalau ruas jari kaki mulai bengkak, tandanya kamu perlu periksa.
Pernah nggak kamu ngrasain kesakitan akibat ruas jari kaki atau bagian kaki yang tiba-tiba bengkak setelah lebaran? Jika iya, coba ingat-ingat kembali apa yang kamu makan selama lebaran. Mungkin seperti konsumsi sate kambing, kikil, soto daging sapi, ceker ayam, dan kuah-kuah kaldu yang kaya purin?
Makanan tersebut jika dikonsumsi dalam waktu beruturut-turut dan dalam jumlah yang besar bisa mengakibatkan gejala asam urat. Perlu kamu ketahui, asam urat nggak cuma bikin sakit saat serangan akut (yang bikin nangis sesenggukan), tapi kronisnya bisa merusak ginjal. Meski biasanya dianggap “penyakit kaum bapak,” anak muda perempuan yang konsumsi protein hewani berlebihan plus kurang minum air juga bisa kena, lho!
Untuk itu, melakukan tes kesehatan setelah lebaran yang bertujuan untuk melihat kadar asam urat sangat penting, terutama buat yang merasa sendi sering “agak nyeri” atau bengkak ringan pasca Lebaran.
Kadar asam urat normal dalam darah secara umum adalah 3,4–7,0 mg/dL untuk pria, 2,4–6,0 mg/dL untuk wanita, dan 2,0–5,5 mg/dL untuk anak-anak. Jika kadarnya melebihi angka tersebut, otomatis kamu harus mulai memperbaiki pola makan dan rutin melakukan olahraga.
Cek asam urat bisa dilakukan di klinik/puskesmas/rumah sakit daerah terdekat. Bahkan biasanya di beberapa event Car Free Day, juga tersedia cek asam urat gratis hingga berbayar mulai dari Rp15.000 ribuan saja.
3. Pemeriksaan Tekanan Darah (Cek Tensi)

Cek tensi tuh basic banget buat mengetahui tekanan darah kamu!
Bukan cuma makanan berlemak dan manis, lebaran juga identik dengan makanan asin, serta kurangnya istirahat karena asyik begadang akibat bercengkerema dengan keluarga hingga lupa waktu. Belum lagi, beberapa hari sebelumnya merasakan stres level maksimal saat mudik (macet lebih dari 15 jam di jalan tol) yang berpeluang menaikkan tekanan darah tanpa diduga sama sekali hingga mengalami hipertensi.
Sebagai informasi, hipertensi sering disebut “silent killer” karena nggak ada gejala sampai sudah parah. Gejala seperti pusing belakang kepala, wajah merah, dan napas berat naik tangga bisa jadi tanda bahwa “mesin” pompa darahmu lagi overworked.
Oleh sebab itu, pemeriksaan tekanan darah atau cek tensi dianggap sangat penting buat mengetahui apakah “pusing pasca Lebaran” itu cuma karena begadang, atau sudah level hipertensi!
Untungnya cek tensi bisa dilakukan di mana aja, bahkan sebagian apotek juga menyediakan layanan cek tensi secara gratis hingga dengan biaya yang sangat terjangkau, yakni Rp30.000 ribuan saja.
4. Cek Profil Lipid

Kalau hasil profil lipid sudah keluar, jangan ragu minta saran dari dokter, ya!
Sebulan puasa mungkin kamu rajin nge-gym dan menjaga makanan banget, lalu satu minggu lebaran langsung skip semua progress itu karena mau menikmati semua hidangan yang sudah disuguhkan oleh keluarga di rumah. Kemudian perlahan mulai terasa kalau perut sedikit membesar. Tapi ternyata, ada yang lebih penting dari sekadar perut membesar, yakni lemak yang menumpuk di pembuluh darah! khususnya LDL (Low Density Lipoprotein) yang biasanya datangnya dari kuah santan kental, kulit ayam goreng, dan makanan berminyak lainnya.
Cek profil lipid bertujuan untuk mengetahui rasio kolesterol baik (HDL) vs jahat (LDL) kamu. Trigliserida yang tinggi juga menandakan tubuh lagi struggle membakar kalori berlebih jadi lemak. Jangan sampai di usia muda sudah harus minum obat kolesterol.
Nah, kalau mau cek profil lipid, kamu bisa ke laboratorium klinik atau rumah sakit terdekat dengan membawa uang minimal Rp150.000, ya.
Sebagai penutup, kamu nggak perlu panik kalau hasil tes menunjukkan angka di atas normal. Anggap aja ini sebagai peringatan untuk me-reset gaya hidup pasca lebaran. Terpenting, kamu tahu kondisi nyata tubuhmu, bukan cuma nebak-nebak dari ukuran celana yang makin sempit. Investasi Rp200-500 ribu untuk tes kesehatan setelah lebarann jauh lebih murah daripada biaya pengobatan nanti kalau sudah sakit kronis.
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
Tim Dalam Artikel Ini
Penulis
Seorang Content Writer SEO dan Content Creator yang suka belajar hal-hal baru, terutama tentang transformasi dunia digital agar bermanfaat dan memberikan solusi atas permasalahan-permasalahan yang relevan saat ini.