8+ Film Animasi Sedih yang Bisa Bikin Mewek

8+-film-animasi-sedih-yang-bisa-bikin-mewek
8+ Film Animasi Sedih yang Bisa Bikin Mewek
Share

Share This Post

or copy the link

8+ Film Animasi Sedih yang Bisa Bikin Mewek

Siapkan tisu! via staticmultimedia.com

Film animasi selalu identik dengan keceriaan. Karakternya yang dibuat lucu sampai adegan-adegannya yang bernuansa magic memang nggak bikin mata bosan. Tapi siapa sangka kalau film animasi juga banyak menghadirkan kesedihan bagi yang menonton.

Siapin Tisu, ini Film Animasi Sedih yang Bisa Bikin Nangis Nyesek!

Nggak selalu bikin ketawa gemes, beberapa film animasi ini justru bikin yang menonton sedih dan terharu. Bahkan nggak jarang pada mewek tuh! Bareng Hipwee Hiburan, mari kita buktikan bersama kalau film kartun sedih yang bikin nangis nyesek itu bukan cuma Telenovela dan Drama Korea.

1. Up

  • Genre: Animation, Adventure, Comedy, Drama
  • Tahun rilis: 2009
  • Durasi: 1 jam 36 menit
  • Voice actors: Ed Asner, Christopher Plummer, Jordan Nagai
  • Sutradara: Pete Docter

Film yang nggak bakal gampang dilupain tentang sepasang kakek-nenek yang saling mencintai dan ingin terus bersama. Film Up mengajarkan kita arti ketulusan dan sakitnya ditinggalkan.

Yang bikin ngena, sedihnya bukan sedih yang heboh. Ini sedih yang rapi, yang datang lewat hal kecil, rutinitas, dan kehilangan yang terasa nyata. Setelah itu barulah filmnya jalan, dan kamu bakal ngerti kenapa banyak orang menyebut ini “kartun yang menampar lembut”.

2. Coco

  • Genre: Animation, Adventure, Family, Fantasy, Music
  • Tahun rilis: 2017
  • Durasi: 1 jam 45 menit
  • Voice actors: Anthony Gonzalez, Gael García Bernal, Benjamin Bratt
  • Sutradara: Lee Unkrich, Adrian Molina

Menceritakan tentang kegigihan seorang anak yang ingin jadi musisi. Film Coco (2017) menceritakan seorang bocah yang banyak belajar arti hidup saat berinteraksi bersama orang-orang mati dan jadi nggak terlihat.

Kalau kamu punya hubungan keluarga yang complicated, atau kamu lagi sering kepikiran orang rumah (walau gengsi bilang), film ini bisa jadi pemicu air mata yang nggak kamu rencanakan. Dan sedihnya bukan yang bikin gelap, tapi yang bikin hati jadi lebih lembut.

Tonton saat kamu butuh cerita keluarga yang hangat tapi tetap nendang emosinya. Saran jujur, siapin tisu sebelum masuk babak akhir.

3. Inside Out

  • Genre: Animation, Adventure, Comedy, Drama, Family
  • Tahun rilis: 2015
  • Durasi: 1 jam 35 menit
  • Voice actors: Amy Poehler, Phyllis Smith, Bill Hader
  • Sutradara: Pete Docter

Mungkin kamu nggak tahan untuk mewek kalau nonton Inside Out (2015). Padahal premis film ini sederhana; menceritakan apa yang terjadi di dalam otak seorang anak kecil.

Film ini kelihatannya lucu, tapi dalemnya serius. Soal pindah, tumbuh, kehilangan fase, dan perasaan yang kadang kita paksa rapi.

Sedihnya datang dari momen-momen yang kelihatannya sepele, tapi familiar banget. Dan karena setting-nya “di kepala”, film ini sering terasa personal, kayak kamu lagi ngintip ruang kecil yang biasanya kamu kunci rapat-rapat.

Cocok buat kamu yang butuh tontonan yang mindful tapi tetap fun, terutama kalau belakangan kamu gampang mellow tanpa sebab jelas.

4. Toy Story 3

  • Genre: Animation, Adventure, Comedy, Drama, Family
  • Tahun rilis: 2010
  • Durasi: 1 jam 43 menit
  • Aktor/pemain utama (voice): Tom Hanks, Tim Allen, Joan Cusack
  • Sutradara: Lee Unkrich

Banyak mengajarkan makna hidup, sekaligus makna kematian. Toy Story di berbagai sekuelnya banyak membiarkan air mata kita mengalir deras. Banjir, cuy! Termasuk seri Toy Story 3.

Sedihnya bukan karena tragedi besar, tapi karena perpisahan yang realistis. Kamu bakal kebayang momen beres-beres kamar, nyortir barang lama, terus nemu sesuatu yang bikin kamu diem sebentar.

Paling cocok buat yang lagi masuk fase quarter-life atau habis “naik level” dalam hidup. Rasanya kayak pamitan kecil dari masa kecil.

5. The Lion King (2019)

  • Genre: Adventure, Drama, Family, Musical
  • Tahun rilis: 2019
  • Negara produksi: Amerika Serikat
  • Durasi: 1 jam 58 menit (IMDb, 2019)
  • Voice Actors: Donald Glover, Beyoncé, Seth Rogen, Chiwetel Ejiofor, James Earl Jones
  • Sutradara: Jon Favreau

Kalau kamu udah punya memori emosional sama versi 1994, versi The Lion King (2019) ini rasanya kayak nostalgia yang “dibikin nyata”. Visualnya detail banget, jadi beberapa momen sedihnya berasa lebih dekat, lebih “wah ini kejadian beneran”, walau bentuknya tetap family-friendly.

Sedihnya tetap datang dari tema yang sama: kehilangan, rasa bersalah, lalu proses berdamai dengan diri sendiri. Tapi karena ini versi yang lebih “serius” secara visual, vibes-nya cenderung lebih berat, cocok buat kamu yang pengin film sedih yang tetap aman ditonton bareng keluarga, tapi masih bisa bikin dada sesak di beberapa bagian.

6. Wreck-It-Ralph

  • Genre: Animation, Adventure, Comedy, Family, Fantasy
  • Tahun rilis: 2012
  • Durasi: 1 jam 41 menit
  • Voice actors: John C. Reilly, Sarah Silverman, Jack McBrayer, Jane Lynch
  • Sutradara: Rich Moore

Dari orang yang dianggap nggak berguna, sedih, lalu berusaha kembali berguna buat orang-orang sekitar. Film animasi lucu Wreck-It-Ralph (2012) tetap aja bisa bikin kita terenyuh dengan ceritanya.

Premisnya kocak, bad guy game arcade yang capek jadi pihak yang selalu disalahin, lalu nekat pengin jadi pahlawan. Tapi di balik itu, ada rasa sepi yang relate banget buat kita yang pernah jadi “yang nggak dianggap” di circle.

Sedihnya muncul bukan karena tragedi besar, tapi karena film ini pinter banget bikin kamu peduli sama karakter yang awalnya kamu kira cuma lucu-lucuan. Ada momen-momen yang bikin dada hangat sekaligus nyelekit, apalagi kalau kamu gampang tersentuh sama tema friendship dan “akhirnya ada yang lihat aku”.

7. Big Hero 6

  • Genre: Animation, Action, Adventure, Comedy, Drama, Family, Sci-Fi
  • Tahun rilis: 2014
  • Negara produksi: Amerika Serikat
  • Durasi: 1 jam 42 menit
  • Voice actors: Ryan Potter, Scott Adsit, Jamie Chung, Daniel Henney
  • Sutradara: Don Hall, Chris Williams

Meskipun bakalan gemes sama tokoh Baymax, kamu sekaligus bakal nangis tersedu-sedu saat tahu kenapa Baymax bisa diciptakan. Uwh, Big Hero 6 (2014) memang mengiris hati.

Yang bikin sedihnya dapet adalah cara film ini nunjukin grief itu nggak selalu dramatis. Kadang bentuknya jadi kosong, kadang jadi meledak-ledak, kadang jadi pengin nyalahin siapa aja. Terus di tengah itu semua, ada Baymax yang jadi definisi “teman yang hadir tanpa banyak nanya”, hangat banget tapi nggak menggurui.

8. Finding Nemo

  • Genre: Animation, Adventure, Comedy, Drama, Family
  • Tahun rilis: 2003
  • Durasi: 1 jam 40 menit
  • Voice actors: Albert Brooks, Ellen DeGeneres, Alexander Gould, Willem Dafoe
  • Sutradara: Andrew Stanton, Lee Unkrich

Kalau kamu cari film kartun sedih yang sedihnya bukan “mellow doang”, tapi campur aduk sama panik, sayang, dan rasa bersalah yang nempel lama, Finding Nemo itu salah satu yang paling ngena. Intinya memang petualangan nyari anak, tapi emosi utamanya adalah: gimana rasanya jadi orang tua (atau jadi anak) yang sama-sama ketakutan, cuma beda cara nunjukinnya.

Yang bikin film ini relatable banget buat usia 20-an, kadang kita ada di posisi Nemo yang pengin bebas ngebuktiin diri, kadang malah jadi Marlin yang overthinking, pengin jagain orang yang kita sayang tapi ujungnya malah bikin semua capek. Sedihnya halus tapi konsisten, apalagi kalau kamu sensitif sama tema “kehilangan” dan “takut kejadian lagi”.

9. Wall-E

  • Genre: Animation, Adventure, Family, Sci-Fi
  • Tahun rilis: 2008
  • Durasi: 1 jam 38 menit
  • Voice actors: Ben Burtt, Elissa Knight, Jeff Garlin, Fred Willard
  • Sutradara: Andrew Stanton

Beda dari film animasi lain yang menceritakan tokoh-tokoh lucu, Wall-E (2008) menceritakan robot masa depan. Sedihnya perpisahan terasa banget di sini.

Bayangin kamu ada di tempat yang sepi banget, rutinitasnya itu-itu aja, terus satu hari ada sesuatu yang bikin kamu ngerasa hidup lagi. Film ini minim dialog di awal, tapi justru itu yang bikin emosinya kerasa: sepi yang panjang, harapan yang kecil, lalu pelan-pelan membesar.

Sedihnya bukan cuma soal romance robot (walau iya, lucu dan manis banget). Ada rasa getir karena film ini nunjukin “akhir dunia” versi yang terlalu mungkin, terus bikin kamu mikir, “kalau semuanya habis, yang tersisa cuma siapa yang mau bertahan dan ngerawat hal kecil.” Dan entah kenapa, itu bisa bikin mata panas.

10. Grave of the Fireflies 

  • Genre: Animation, Drama, War
  • Tahun rilis: 1988
  • Durasi: 1 jam 29 menit
  • Aktor/pemain utama (voice): Tsutomu Tatsumi, Ayano Shiraishi
  • Sutradara: Isao Takahata

Film animasi buatan Jepang juga nggak kalah dalem ceritanya. Tentang anak yang terpisah dari kedua orang tuanya di Perang Dunia II Grave of the Fireflies bakal menyumbangkan air mata buatmu.

Film ini sering disebut salah satu karya anti-perang paling menyakitkan, dan bukan karena adegan perang yang heboh. Justru karena fokusnya ke hal-hal kecil: lapar, dingin, dan rasa sayang yang nggak cukup untuk mengalahkan keadaan.

Saran jujur, tonton saat kamu lagi siap secara mental. Kalau kamu cuma pengin “nangis tipis-tipis”, ini mungkin terlalu berat. Tapi kalau kamu pengin film yang akan kamu ingat lama, ini salah satu yang paling kuat.

Kebanyakan orang mengharapkan lihat makhluk-makhluk lucu, menggemaskan, sekaligus ceria di film animasi. Sayangnya, nggak semua film animasi selalu menyajikan kebahagiaan, ada kalanya justru film-film animasi ini punya sebuah pelajaran yang begitu makna dan dalam. Lagian, film animasi itu nggak tentu buat anak-anak lo. Beberapa film animasi justru diproduksi untuk orang dewasa aja.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
8+ Film Animasi Sedih yang Bisa Bikin Mewek

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy Astaga! privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us