Rei K | Beautynesia
Rabu, 22 Apr 2026 17:30 WIB
Tanda pasangan melakukan gaslighting ke kamu/ Foto: Freepik/yanalya
Menjalani hubungan asmara yang harmonis dan saling menghargai tentu menjadi impian setiap perempuan, Beauties.
Namun, terkadang ada masa di mana kamu merasa bingung dan meragukan diri sendiri akibat ucapan atau tindakan pasangan. Kondisi ini ternyata merupakan salah satu tanda bahwa kamu sedang mengalami gaslighting dalam hubungan, Beauties.
Gaslighting adalah bentuk manipulasi psikologis yang bertujuan untuk membuat korban meragukan persepsi dan realitas mereka sendiri. Berikut ini ada tiga tanda utama gaslighting yang perlu kamu waspadai dalam hubungan.
1. Menyangkal Realitas dan Ingatan Kamu

Menyangkal realitas dan ingatan kamu/ Foto: pexels.com
Tanda pertama yang paling umum terjadi adalah ketika pasangan secara terang-terangan menyangkal peristiwa yang benar-benar terjadi, Beauties. Melansir dari Psychology Today, pelaku gaslighting akan mengatakan hal-hal seperti ‘Aku tidak pernah mengatakan itu’ atau ‘Kamu hanya berimajinasi’. Tindakan ini secara perlahan akan membuat kamu meragukan memori dan kesehatan mental kamu sendiri.
Meskipun kamu memiliki bukti yang kuat, mereka akan tetap bersikukuh pada narasi mereka sampai kamu merasa lelah untuk mendebatnya, Beauties. Hal ini sering kali membuat korban merasa seolah-olah mereka kehilangan pegangan pada kenyataan yang ada di depan mata.
Penyangkalan ini bukan hanya soal fakta kecil, melainkan upaya sistematis untuk membuat kamu bergantung pada persepsi pasangan. Dengan meragukan ingatanmu sendiri, kamu akan cenderung lebih mudah dipengaruhi dan dikendalikan oleh keinginan mereka di masa depan.
2. Memutarbalikkan Fakta untuk Menyalahkanmu

Memutarbalikkan fakta untuk menyalahkanmu/ Foto: pexels.com
Tanda kedua yang perlu kamu waspadai adalah taktik memutarbalikkan fakta atau yang sering dikenal dengan istilah blame-shifting. Pelaku akan membelokkan percakapan sehingga kesalahan mereka justru menjadi tanggung jawab kamu. Misalnya, saat mereka ketahuan berbohong, mereka akan bilang itu dilakukan karena sikap kamu yang terlalu menuntut.
Mereka sangat ahli dalam membuat kamu merasa bahwa reaksi kamu terhadap perilaku buruk mereka adalah masalah yang sebenarnya, Beauties. Alih-alih meminta maaf atas kesalahan mereka, mereka justru akan mengkritik cara kamu merespons atau nada bicara kamu saat berdiskusi. Nah, ini adalah cara mereka untuk mengalihkan tanggung jawab dan membuat kamu merasa sebagai pihak yang bersalah.
Sikap ini sering kali membuat korban merasa harus terus-menerus meminta maaf atas hal-hal yang sebenarnya bukan kesalahan mereka. Kamu mungkin akan merasa lelah secara emosional karena harus menanggung beban kesalahan pasangan yang dipindahkan ke pundakmu secara tidak adil.
Penting untuk tetap objektif dan menyadari bahwa setiap orang bertanggung jawab atas tindakannya masing-masing tanpa kecuali.
3. Meremehkan Perasaan dan Reaksi Emosionalmu

Meremehkan perasaan dan reaksi emosionalmu/ Foto: freepik.com
Tanda ketiga yang sangat sering ditemukan adalah upaya pasangan untuk meremehkan perasaan valid yang kamu ungkapkan. Mereka akan sering melabeli kamu sebagai orang yang ‘terlalu sensitif’ atau ‘berlebihan’ dalam menanggapi masalah. Hal ini dilakukan agar kamu merasa bahwa emosi yang kamu rasakan adalah sesuatu yang salah atau tidak normal.
Mengutip laman Mental Health Match, meremehkan perasaan korban adalah cara efektif untuk membungkam keluhan yang seharusnya diselesaikan, Beauties.
Saat kamu merasa terluka, mereka justru akan membuat kamu merasa malu karena telah mengekspresikan kesedihan atau kekecewaan tersebut. Padahal, setiap emosi yang kamu rasakan adalah valid dan pantas untuk didengarkan dengan penuh rasa hormat.
Taktik ini bertujuan agar kamu berhenti memercayai insting emosionalmu sendiri saat menghadapi perlakuan yang tidak menyenangkan, Beauties. Jika kamu mulai sering meminta maaf karena merasa ‘terlalu baper’, mungkin ini saatnya untuk mengevaluasi kembali dinamika hubunganmu.
Ingatlah bahwa pasangan yang sehat akan selalu berusaha memahami perasaanmu alih-alih mencoba mematikan karakter emosionalmu.
—
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(sim/sim)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.