tirto.id – Suhu di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi dalam beberapa hari terakhir menunjukkan peningkatan. Apa penyebab suhu panas Jabodetabek ini?
Berdasarkan pantauan TirtoID dari Google Weather, terlihat suhu di Jakarta seminggu terakhir berkisar antara 29 hingga 31 derajat. Suhu rata-rata tersebut juga terjadi di wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi dalam rentang periode yang sama.
Google Weather menyebut kondisi di Jabodetabek tergolong sebagai “Excessive Heat”yang artinya di daerah tersebut sedang mengalami panas yang melebihi kondisi normal harian dan berpotensi menimbulkan dampak serius, baik terhadap kesehatan manusia maupun lingkungan.
Dalam situasi seperti ini, suhu udara bisa terasa jauh lebih menyengat, terutama jika dikombinasikan dengan kelembapan tinggi yang membuat tubuh sulit mendinginkan diri melalui keringat.
Penyebab Suhu Panas Jabodetabek Beberapa Hari Terakhir
Cuaca panas di Jabodetabek akhir-akhir ini sejalan dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa musim kemarau di Indonesia mulai berlangsung sejak April 2026.
Bahkan, sejak Maret 2026 sekitar 7 persen Zona Musim (ZOM) sudah memasuki fase kemarau, dan jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat secara bertahap hingga mencapai puncaknya pada periode April hingga Juni 2026.
Fenomena cuaca panas ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Salah satunya adalah berkurangnya tutupan awan di sebagian wilayah Indonesia, yang menyebabkan radiasi matahari dapat langsung mencapai permukaan bumi tanpa banyak hambatan.
Kondisi ini diperkuat oleh dominasi angin timuran yang berasal dari Australia, yang bersifat kering dan minim kandungan uap air, sehingga mengurangi potensi pembentukan awan dan hujan.
Selain itu, pada periode April, posisi semu matahari masih berada di sekitar wilayah utara Indonesia, sehingga intensitas penyinaran matahari masih cukup tinggi. Kombinasi faktor-faktor ini menyebabkan suhu udara meningkat, terutama pada siang hari.
Lebih lanjut, kondisi panas yang terjadi saat ini juga merupakan bagian dari fase peralihan menuju musim kemarau.
Puncak suhu secara klimatologis di Indonesia umumnya terjadi pada bulan Mei. Hal ini berkaitan dengan adanya jeda sekitar satu setengah bulan setelah fenomena ekuinoks, yaitu saat matahari berada tepat di garis khatulistiwa.
Setelah mencapai puncaknya, suhu udara biasanya akan mulai menurun secara bertahap pada bulan Juni.
Dengan demikian, cuaca panas yang dirasakan masyarakat saat ini merupakan fenomena musiman yang lazim terjadi ketika akan memasuki musim kemarau.
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Jabodetabek Hari Ini
BMKG merilis peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Jabodetabek pada hari ini, Rabu, 29 April 2026 melalui akun media sosial resmi, salah satunya akun X @infoBMKG.
Pada pukul 13.40 WIB menunjukkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir serta angin kencang dalam waktu dekat, yakni mulai sekitar pukul 13.50 WIB.
Wilayah yang diperkirakan terdampak pada tahap awal meliputi beberapa kecamatan di Kabupaten Bogor seperti Jonggol, Cileungsi, Parung Panjang, Tenjo, dan Klapanunggal, kemudian Kabupaten Bekasi seperti Cikarang Pusat dan Bojongmangu, serta Kota Depok di wilayah Cipayung dan Kabupaten Tangerang seperti Tigaraksa, Jambe, Panongan, Legok, Pagedangan, Cisauk, Solear, dan sekitarnya.
Selain itu, sistem cuaca ini juga diperkirakan akan meluas ke wilayah lain di sekitarnya, mencakup area yang lebih luas di Kabupaten Bogor seperti Cibinong, Gunung Putri, hingga Jasinga dan sekitarnya; Kabupaten Bekasi seperti Cikarang Barat, Setu, dan Cibarusah; serta Kota Bekasi di wilayah Bantar Gebang dan Mustika Jaya.
Di Kota Depok, hujan berpotensi menjangkau hampir seluruh kecamatan seperti Pancoran Mas, Sawangan, hingga Tapos. Sedangkan di wilayah Tangerang Raya, baik Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, maupun Kota Tangerang Selatan juga berpotensi terdampak secara bertahap, termasuk kawasan seperti Balaraja, Curug, Karawaci, hingga Serpong dan Pamulang.
Kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga sekitar pukul 15.00 WIB, sehingga masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak yang dapat ditimbulkan selama periode tersebut.
tirto.id – Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra