Lagu galau tahun 2000 via www.hipwee.com
Sebelum ngetren lagu-lagu dari band indie dengan berbagai macam tema seputar cinta-cintaan yang dibalut dengan diksi paling puitis, orang-orang yang melewati masa remaja di era tahun 2000 pertengahan rupanya udah terlebih dahulu merasakan dan mendengarkan lagu serupa.
Meski berbeda dengan lagu bertema cinta dan kondisi hati saat ini, lagu galau di tahun 2000-an jelas memiliki kenangan manis tersendiri di benak banyak orang. Bahkan, sampai sekarang pun masih banyak banget orang yang tetap hafal lirik demi lirik dari lagu-lagu di zaman tersebut.
Entah di masa itu pernah nemenin saat-saat kita patah hati, jatuh cinta, suka sama orang, tapi nggak tersampaikan, atau cerita apa pun itu seputar lika-liku suasana hati di zaman tersebut, lagu-lagu ini bisa dibilang sebagai karya legendaris yang pastinya membekas bagi banyak orang.
Nggak cuma itu aja, meski saat ini yang lagi ngetren adalah lagu-lagu zaman sekarang, deretan karya ini nggak pernah lekang oleh zaman sih. Pokoknya anak galau tahun 2000 pertengahan pasti familiar banget deh sama lagu di bawah ini!
1. Samsons – Kenangan Terindah
Kalau ngomongin lagu galau 2000-an, rasanya agak susah buat nggak nyebut “Kenangan Terindah”. Lagu ini punya jenis kesedihan yang kalem, tapi diam-diam nusuk. Nggak teriak-teriak minta balikan, tapi justru itu yang bikin lebih ngena. Rasanya seperti seseorang yang sudah mencoba ikhlas, cuma belum benar-benar selesai.
Cocok banget didengarkan saat kamu lagi ada di fase mengenang seseorang tanpa niat menghubunginya lagi. Sedihnya elegan, istilahnya. Bukan sedih yang bikin pengin lempar barang, tapi sedih yang bikin bengong sambil menatap langit-langit kamar.
2. Once – Dealova
Ada lagu galau yang sedih karena putus, ada juga yang sedih karena cintanya terasa terlalu indah buat dilupakan. “Dealova” masuk kategori kedua. Vokal Once yang tebal dan penuh tenaga bikin lagu ini terdengar megah, tapi tetap rapuh di saat yang sama.
Lagu ini cocok buat kamu yang pernah mengagumi seseorang dengan tulus, bahkan mungkin terlalu tulus sampai susah move on. Dari dulu sampai sekarang, “Dealova” tetap punya aura lagu cinta yang manis tapi juga menyiksa. Tipe lagu yang bikin hati hangat, lalu lima menit kemudian malah kosong.
3. Vagetoz – Saat Kau Pergi
Kalau ngomongin lagu galau era 2000-an, Vagetoz jelas punya tempat sendiri. “Saat Kau Pergi” termasuk salah satu lagu yang dulu sering diputar saat suasana hati lagi berantakan, entah karena putus, ditinggal, atau sekadar lagi capek menghadapi hubungan yang nggak berjalan baik.
Yang bikin lagu ini kuat adalah cara dia menyampaikan rasa kehilangan dengan lugas, tanpa terasa terlalu ribet. Sedihnya langsung terasa, tapi tetap enak didengar berulang-ulang, tipe lagu yang dulu sering jadi teman malam panjang anak-anak era MP3 dan status galau.
4. Seventeen – Slalu Mengalah
Kalau ada lagu yang sering dipakai buat mewakili cinta yang serius tapi tetap bikin mata panas, ya, ini salah satunya. “Slalu Mengalah” bukan lagu galau yang meledak-ledak, tapi justru terasa tulus dan personal. Seolah-olah ada seseorang yang benar-benar menitipkan perasaan terakhirnya lewat lagu.
Makanya, lagu ini cocok didengarkan saat kamu lagi kangen seseorang yang pernah mengisi hidupmu. Nggak harus mantan juga, bisa orang yang pernah bikin kamu percaya bahwa hubungan itu bisa sesederhana saling menjaga. Dulu romantis, sekarang kalau diputar lagi malah bikin nyesek.
5. Drive – Melepasmu
“Melepasmu” punya nuansa yang pas buat fase paling nggak enak dalam hubungan, saat kamu tahu harus merelakan, tapi hati belum mau kerja sama. Nggak heran kalau lagu ini dulu sering banget jadi andalan anak-anak yang lagi patah hati diam-diam.
Yang bikin lagu ini kuat adalah rasa pasrahnya. Bukan pasrah karena sudah benar-benar lega, tapi pasrah karena memang nggak punya pilihan lain. Buat kamu yang pernah berada di titik harus mengikhlaskan seseorang bukan karena berhenti sayang, lagu ini pasti masih terasa akrab.
6. Zivilia – Aishiteru
Kalau ada daftar lagu galau yang sempat jadi lagu wajib di pensi, tongkrongan, sampai kamar kos, “Aishiteru” jelas masuk. Lagu ini punya lirik dan melodi yang gampang banget nempel di kepala. Sekali dengar, langsung kebawa suasana.
Vibe lagu ini cocok buat yang lagi ada di mode galau total, terutama galau karena cinta yang terasa besar tapi hasilnya tetap nihil. Sedihnya cukup dramatis, tapi justru itu yang bikin memorable. Kadang memang ada masa dalam hidup ketika kita butuh lagu yang nggak setengah-setengah dalam menyuarakan luka.
7. NaFF – Kenanglah Aku
Ada sesuatu dari “Kenanglah Aku” yang bikin lagu ini terasa sangat personal. Seperti surat perpisahan yang ditulis sambil menahan air mata, tapi tetap ingin terlihat baik-baik saja. Liriknya sederhana, tapi efek emosinya nggak main-main.
Lagu ini paling pas buat menemani fase ketika kamu nggak lagi marah, cuma sedih karena tahu nggak semua orang bisa tinggal. Bukan tipe lagu buat menyalahkan siapa-siapa, melainkan buat menerima bahwa beberapa pertemuan memang berakhir jadi kenangan saja.
8. Drive – Bersama Bintang
Kalau “Melepasmu” bicara soal merelakan, “Bersama Bintang” terdengar lebih sendu dan kontemplatif. Lagu ini seperti soundtrack buat malam-malam yang terlalu sepi, saat pikiran mulai ke mana-mana dan kenangan lama datang tanpa permisi.
Yang bikin lagu ini kuat adalah atmosfernya. Ada rasa kosong, ada rasa kehilangan, tapi dibungkus dengan cara yang tenang. Buat kamu yang suka lagu galau dengan nuansa lebih hening dan reflektif, “Bersama Bintang” masih enak banget diputar sampai sekarang.
9. Hijau Daun – Suara (Ku Berharap)
Ini salah satu lagu yang cocok buat kamu yang dulu lebih sering menyimpan rasa daripada mengungkapkannya. “Suara (Ku Berharap)” punya jenis kegalauan yang bukan soal putus cinta, tapi soal cinta yang nggak pernah sempat benar-benar dimulai.
Makanya, lagu ini relate banget buat mereka yang pernah jadi pengagum rahasia level akut. Mau bilang sayang takut ditolak, mau diam terus malah sakit sendiri. Dulu mungkin terasa lebay, tapi jujur aja, sampai sekarang liriknya masih sanggup membuka arsip lama yang sudah kamu kira aman.
10. Lobow – Salah
“Salah” termasuk lagu yang nggak perlu banyak ornamen untuk bikin sedih. Justru karena penyampaiannya terasa sederhana, lagunya jadi mudah masuk. Ada rasa kecewa, bingung, dan menyesal yang dikemas dengan cara yang cukup jujur.
Lagu ini cocok didengarkan saat kamu lagi memikirkan hubungan yang kandas bukan karena nggak cinta, tapi karena ada banyak hal yang nggak berjalan semestinya. Bukan galau yang heboh, tapi galau yang capek. Dan kita semua tahu, capek secara perasaan itu kadang jauh lebih berat.
11. ST 12 – Saat Terakhir
Kalau mau bicara soal lagu galau yang dramatis dan penuh rasa kehilangan, “Saat Terakhir” jelas punya tempat spesial. Lagu ini punya intensitas yang tinggi sejak awal, jadi hampir mustahil didengarkan sambil tetap merasa biasa saja.
Cocok buat kamu yang memang lagi ingin tenggelam sekalian dalam suasana mellow. Nggak tanggung-tanggung, lagu ini membawa rasa perpisahan ke level yang lebih dalam. Makanya banyak orang masih ingat lagu ini sampai sekarang, karena ia tidak sekadar sedih, tapi benar-benar menyayat.
12. Ada Band – Manusia Bodoh
Ini salah satu anthem wajib buat mereka yang pernah bertahan terlalu lama di hubungan yang sebenarnya sudah tidak sehat. “Manusia Bodoh” punya tema yang sangat gampang dipahami, tentang seseorang yang tahu dirinya terluka tapi tetap memilih tinggal.
Makanya lagu ini terasa jujur sekaligus menyebalkan, karena kadang kita pernah ada di posisi itu. Sudah tahu harus pergi, tapi entah kenapa masih mencari alasan untuk bertahan. Didengarkan sekarang pun lagunya masih terasa relevan, cuma mungkin sambil senyum kecut karena merasa pernah sebodoh itu.
13. D’Masiv – Cinta Ini Membunuhku
Judulnya memang dramatis, tapi justru itu yang bikin lagu ini sangat 2000-an. Ada semacam keberanian untuk mengekspresikan rasa sakit dengan sangat blak-blakan, dan D’Masiv berhasil membawanya dengan cara yang tetap enak didengar.
Lagu ini pas buat kamu yang sedang merasa cintamu terlalu besar sementara balasannya terlalu kecil. Rasanya seperti sudah memberi banyak, tapi ujung-ujungnya malah babak belur sendiri. Sedih, iya. Lebay sedikit, iya juga. Tapi kadang hati memang perlu yang seperti itu.
14. Kerispatih – Tapi Bukan Aku
“Tapi Bukan Aku” adalah lagu galau yang dulu sering banget dipakai buat mewakili hubungan yang serba salah. Ada rasa pasrah, ada rasa sakit, tapi semuanya dibungkus dalam melodi yang tetap nyaman didengar. Lagu ini cocok buat kamu yang pernah mencintai, tapi sadar kamu bukan orang yang dipilih.
Itu dia 14 lagu galau yang cukup populer di era 2000-an. Sekalipun sekarang kita nggak lagi galau, dengerin deretan lagu di atas tadi terkadang bisa bikin kita mengingat kembali gimana konyolnya cerita-cerita cinta kita di masa lalu.
Semoga hal-hal yang dulu bikin kita sakit hati nggak terulang lagi, ya. Hidup udah semakin berat, jangan sampai ketambahan urusan-urusan percintaan yang nggak ada habisnya deh. Terima kasih buat band-band legendaris yang dulu pernah mewakili suara hati banyak orang, termasuk kita-kita ini. 😀