tirto.id – Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih pada hari ini, Senin (27/4/2026). Prabowo melantik enam pejabat baru di Istana Kepresidenan Jakarta.
Salah satu perubahan adalah posisi Menteri Lingkungan Hidup yang kini dijabat oleh Mohammad Jumhur Hidayat, menggantikan Hanif Faisol Nurofiq yang digeser menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Selain itu, Muhammad Qodari dilantik sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Nasional, serta Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Komunikasi.
Daftar 6 Pejabat yang Dilantik & Profil Singkat
Berikut daftar pejabat yang baru dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 27 April 2026 beserta profil singkatnya:
1. Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah

Muhammad Qodari lahir pada 15 Oktober 1973 di Palembang, Sumatera Selatan. Ia merupakan pengamat politik dan peneliti yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.
Muhammad Qodari memiliki latar belakang pendidikan yakni studi Psikologi Sosial di Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan magister di University of Essex dengan fokus pada political behavior, hingga meraih gelar doktor Ilmu Politik dari Universitas Gadjah Mada pada 2016.
Disertasinya menyoroti fenomena split-ticket voting dalam Pemilu 2014, yang memperkuat reputasinya sebagai peneliti di bidang perilaku pemilih dan demokrasi elektoral di Indonesia.
Dalam perjalanan kariernya, Qodari aktif di berbagai lembaga riset dan media. Ia pernah menjadi peneliti di CSIS, Institut Studi Arus Informasi (ISAI), serta memegang posisi strategis di Lembaga Survei Indonesia (LSI).
Pada 2006, ia mendirikan Indo Barometer dan menjabat sebagai Direktur Eksekutif.
Selain itu, ia juga dikenal sebagai kolumnis, analis politik di media, serta pembawa acara televisi. Namanya sempat menjadi sorotan publik saat menggagas wacana “Jokowi–Prabowo 2024”.
Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara per 31 Desember 2024, saat menjabat Wakil Kepala Staf Kepresidenan, total kekayaannya tercatat sekitar Rp261,9 miliar.
2. Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan

Dudung Abdurachman adalah purnawirawan TNI Angkatan Darat yang lahir pada 19 November 1965 dan dikenal sebagai mantan Kepala Staf TNI AD ke-33.
Ia menempuh pendidikan di Akademi Militer (Akmil) dan memulai karier militer di satuan infanteri sebelum menempati berbagai posisi strategis, seperti Komandan Kodam Jaya, Panglima Kostrad, hingga akhirnya menjadi Kasad pada 2021–2023.
Pada 2026, Dudung resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Staf Kepresidenan melalui Keputusan Presiden Nomor 52 P Tahun 2026, menggantikan Muhammad Qodari.
Berdasarkan LHKPN terakhir saat menjabat sebelumnya, total kekayaannya tercatat sekitar Rp13,3 miliar.
3. Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia

Abdul Kadir Karding lahir pada 25 Maret 1973 di Donggala, Sulawesi Tengah. Ia pernah menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2009–2024 dari daerah pemilihan Jawa Tengah VI melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Dalam karier politiknya, Karding dikenal aktif dalam isu-isu sosial dan ketenagakerjaan, hingga kemudian dipercaya masuk kabinet sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) pada 2024–2025 di bawah Presiden Prabowo Subianto.
Pada periode tersebut, ia terlibat dalam penguatan kebijakan perlindungan pekerja migran sebelum akhirnya digantikan dalam reshuffle kabinet tahun 2025.
Pada 2026, Karding kembali masuk dalam jajaran pejabat tinggi negara setelah dilantik sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) berdasarkan Keputusan Presiden di Istana Negara, Jakarta.
4. Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Komunikasi

Hasan Nasbi adalah konsultan politik dan tokoh komunikasi publik yang berasal dari Bukittinggi, Sumatera Barat, lahir pada 11 Oktober 1979. Ia menempuh pendidikan di Universitas Indonesia dengan fokus ilmu politik.
Karier awalnya dimulai sebagai jurnalis di Kompas, kemudian berlanjut sebagai peneliti di Pusat Kajian Politik UI sebelum mendirikan Cyrus Network, sebuah lembaga survei yang banyak berperan dalam membaca peta elektoral dan perilaku pemilih di Indonesia.
Dalam perjalanan karier politiknya, Hasan dikenal dekat dengan berbagai figur nasional dan terlibat dalam sejumlah kontestasi politik, termasuk menjadi bagian dari tim kampanye nasional Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka pada Pemilu 2024.
Ia kemudian menjabat sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan sebelum digeser dalam reshuffle kabinet, dan pada 2026 dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi berdasarkan Keppres Nomor 53 P Tahun 2026.
5. Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup

Mohammad Jumhur Hidayat lahir di Bandung pada 18 Februari 1968. Ia menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung dengan latar belakang Teknik Fisika dan mulai dikenal sejak masa mahasiswa sebagai aktivis yang aktif dalam berbagai aksi pro-demokrasi.
Aktivismenya pada era Orde Baru membuatnya sempat dipenjara pada 1989–1992 akibat keterlibatannya dalam demonstrasi mahasiswa.
Dalam perjalanan kariernya, Jumhur dikenal sebagai figur yang bergerak di bidang pemberdayaan buruh dan ekonomi kerakyatan melalui berbagai organisasi, termasuk mendirikan Gaspermindo serta aktif di berbagai lembaga advokasi pekerja dan sektor informal.
Ia kemudian dipercaya menjabat sebagai Kepala BNP2TKI pada 2007–2014 di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di mana ia melakukan berbagai reformasi layanan perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri.
Pada 2022, ia terpilih sebagai Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) sebelum kemudian dipilih untuk menjadi Menteri Lingkungan Hidup (LH) berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 51/P tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Serta Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029.
6. Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Pangan

Hanif Faisol Nurofiq lahir di Bojonegoro, Jawa Timur pada 21 Maret 1971. Ia menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat untuk jenjang sarjana dan magister, kemudian meraih gelar doktor dari Universitas Brawijaya.
Kariernya dimulai dari level teknis sebagai staf kehutanan di Kalimantan Selatan pada awal 1990-an, lalu meniti berbagai jabatan struktural seperti Kepala Resor Pemangkuan Hutan, Kepala BKPH, hingga Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, sebelum akhirnya menjadi Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan di kementerian terkait.
Pada 2024, Hanif sempat menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup sebelum kemudian dilantik kembali oleh Presiden Prabowo Subianto pada 2026 sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan (Wamenko Pangan) dalam Kabinet Merah Putih.
Penunjukan ini didasarkan pada Keppres Nomor 51 P Tahun 2026, yang menempatkannya untuk mendampingi Menko Pangan dalam memperkuat agenda swasembada pangan nasional serta pengembangan program strategis seperti pengolahan sampah menjadi energi listrik.
tirto.id – Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra