tirto.id – U.S. Food and Drug Administration atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) secara resmi mengizinkan pemasaran empat produk rokok elektrik (vape) dengan varian rasa buah. Keputusan ini lantas menjadi kontroversi karena selama ini FDA dikenal berhati-hati dalam mengizinkan produk vape berperisa.
Dalam rilis resminya pada 5 Mei 2026, FDA menyebutkan yang diizinkan beredar adalah produk vape dari Glas Inc. melalui jalur evaluasi ketat yang dikenal sebagai Premarket Tobacco Product Application (PMTA).
Keempat produk tersebut berupa pod cairan nikotin dengan kadar 5% (50 mg/ml) yang berasal dari tembakau, dengan varian rasa seperti mangga, blueberry, serta dua jenis mentol dan kemudian dipasarkan dengan nama dagang Classic Menthol, Fresh Menthol, Gold, dan Sapphire.
FDA menekankan bahwa keputusan ini didasarkan pada analisis ilmiah menyeluruh yang mempertimbangkan keseimbangan antara manfaat bagi perokok dewasa dan risiko bagi generasi muda. Produk-produk tersebut dinilai memiliki potensi membantu perokok dewasa untuk beralih dari rokok konvensional yang jauh lebih berbahaya, mengingat merokok masih menjadi penyebab utama penyakit kronis dan kematian dini.
Namun, berbeda dari produk vape pada umumnya, Glas menghadirkan teknologi pembatasan akses yang cukup canggih seperti kewajiban verifikasi usia menggunakan identitas resmi, koneksi perangkat dengan ponsel melalui Bluetooth, serta sistem biometrik acak. Hal itu untuk memastikan bahwa pengguna adalah orang yang terdaftar. Bahkan, perangkat tidak akan berfungsi jika tidak terhubung dengan ponsel yang telah diverifikasi.
“Dengan membantu mencegah penggunaan oleh kaum muda, pembatasan akses perangkat berpotensi mengubah keadaan,” kata Bret Koplow, Ph.D., J.D., pelaksana tugas direktur Pusat Produk Tembakau FDA.
“Teknologi ini juga merupakan indikasi peran inovasi dalam upaya melindungi kaum muda dari ancaman yang ditimbulkan oleh penggunaan dan kecanduan nikotin, sekaligus membantu memungkinkan ketersediaan berbagai pilihan rasa yang lebih luas bagi perokok dewasa yang mungkin menggunakan produk ini untuk beralih sepenuhnya dari rokok biasa.” tambahnya.
FDA juga menyatakan bahwa uji penggunaan menunjukkan sebagian besar orang dewasa dapat dengan mudah memahami dan menggunakan sistem verifikasi tersebut. Adapun kelompok usia muda cenderung tidak dapat melewati mekanisme pengamanan tersebut.
Meski demikian, izin ini disertai dengan berbagai syarat ketat. Perusahaan diwajibkan membatasi pemasaran hanya kepada konsumen berusia 21 tahun ke atas, serta harus secara aktif memantau dan melaporkan efektivitas langkah pencegahan penggunaan oleh anak muda.
FDA juga berjanji akan terus mengawasi distribusi dan penggunaan produk ini, dan memiliki kewenangan untuk mencabut izin jika ditemukan peningkatan signifikan penggunaan oleh remaja atau jika manfaatnya tidak lagi sebanding dengan risikonya.
Kontroversi Pemberian Izin Edar Vape Rasa Buah oleh FDA
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan rokok elektrik atau vape memang berpotensi membantu sebagian perokok berhenti dari rokok konvensional. Namunm bukti ilmiahnya masih belum sepenuhnya konsisten dan terus menjadi perdebatan di kalangan ahli kesehatan.
Banyak pakar sepakat bahwa vape kemungkinan memiliki tingkat bahaya yang lebih rendah dibandingkan rokok biasa karena tidak melalui proses pembakaran tembakau. Kendati demikian, vape tetap tidak bisa dianggap aman karena masih mengandung nikotin yang bersifat adiktif serta zat kimia lain yang berisiko bagi kesehatan.
Bahkan, sebuah studi tahun 2023 yang dipublikasikan dalam Journal of Nuclear Medicine, seperti dikutip Fox13, menemukan adanya tingkat peradangan paru-paru yang lebih tinggi pada pengguna vape dibandingkan perokok konvensional maupun orang yang tidak merokok sama sekali.
Perkembangan vape di Amerika Serikat sejak mulai dijual pada 2007 juga diwarnai kekhawatiran besar terkait peningkatan penggunaan di kalangan remaja. Pada 2018, FDA bahkan menyebut fenomena vape di kalangan remaja sebagai “epidemi” terutama akibat popularitas produk dari perusahaan seperti Juul Labs dan Vuse milik Reynolds American.
Pemerintah kemudian melakukan berbagai langkah pengetatan. Kebijakan yang diambil termasuk inspeksi mendadak, investigasi kongres, pembatasan rasa, serta menaikkan usia minimum pembelian produk tembakau dari 18 tahun menjadi 21 tahun di bawah pemerintahan pertama Presiden Donald Trump.
Pada Maret lalu, FDA menyebut bahwa beberapa rasa tertentu seperti mentol, kopi, mint, atau rempah dapat membantu menarik perokok dewasa untuk beralih dari rokok. Namun, FDA tetap menegaskan bahwa rasa manis seperti buah, permen, dan dessert memiliki risiko tinggi menarik minat remaja.
Pernyataan FDA ini tentu dianggap bertentangan dengan pengumuman terbarunya yang mengizinkan produk vape dari Glas Inc. dengan rasa buah untuk beredar di pasar AS.
tirto.id – Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Ilham Choirul Anwar