Rekomendasi 5 Film tentang Perempuan, Pas untuk Hari Kartini!

rekomendasi-5-film-tentang-perempuan,-pas-untuk-hari-kartini!
Rekomendasi 5 Film tentang Perempuan, Pas untuk Hari Kartini!
Share

Share This Post

or copy the link

Dari Imperfect sampai Moxie, kisah dalam film ini kerap dihadapi para perempuan

Rekomendasi 5 Film tentang Perempuan, Pas untuk Hari Kartini!

Film tentang perempuan yang relatable | Credit by IMDB

Tanggal 21 April diperingati sebagai hari Kartini. Pastinya ini menjadi momen untuk mengingat perjuangan perempuan untuk bangkit.

Ada banyak cerita yang cocok disimak pada Hari Kartini yang menggambarkan tentang perjuangan perempuan mulai dari realita ekspektasi perempuan di Masyarakat, sampai kisah bagaimana perempuan berjuang sebagai prajurit di peperangan.

Para perempuan yang berjuang sedemikian rupa untuk memperbaiki hidup hingga memperjuangkan masa depan. Termasuk juga, masih banyak perempuan yang berjuang mewujudkan hak-haknya.

Rekomendasi Film tentang Perempuan yang Cocok Ditonton di Hari Kartini

Yuk SoHip langsung saja cek daftar film yang mengangkat tema emansipasi wanita di bawah ini!

1. Imperfect

  • Genre: Komedi romantis, drama
  • Tahun rilis: 2019
  • Durasi: 113 menit
  • Sutradara: Ernest Prakasa

Film Imperfect yang dibintangi oleh Jessica Mila dan Reza Rahardian ini cukup menarik. Plot ceritanya mengangkat isu-isu terkini yang sering menjadikan perempuan tidak percaya diri.

Cerita dari film Imperfect ini sangat realistis dan berhubungan dengan budaya masa kini. Perempuan dianggap cantik jika berbadan kurus, berkulit putih, dll. Bahkan, karir perempuan pun dipertanyakan jika tidak memiliki standar yang dianggap benar.

Film ini berhasil membangkitkan kesadaran akan patokan hidup yang sebenarnya tidak baku. Perempuan boleh memilih untuk hidup seperti yang diinginkan.

Kaum hawa juga berhak mengejar mimpi tanpa harus memedulikan standar yang belum tentu relevan, tapi sudah mengakar di masyarakat. Imperfect berhasil menyuarakan suara hati perempuan masa kini yang tengah berjuang atas haknya.

2. Mulan

  • Genre: Aksi, drama
  • Tahun rilis: 2020
  • Durasi: 115 menit
  • Sutradara: Niki Caro

Film besutan Disney memang selalu berhasil memukau para penonton. Tidak terkecuali dengan film kartun yang kemudian dijadikan live action ini. Film Mulan yang diperankan oleh sejumlah artis papan atas ini sempat ditunda waktu tayangnya, tapi akhirnya berhasil tayang pada tahun 2020 melalui platform streaming Disney+.

Yifei Liu dalam peranannya menjadi Mulan cukup mendalami plot cerita. Perannya sebagai wanita selalu mendapatkan perlakuan yang berbeda dibanding pria. Mulan yang lahir sebagai wanita pun ingin membantu menanggung beban sang ayah dalam menghadapi peperangan.

Ia menyamar menjadi seorang laki-laki dengan kemampuan yang tidak kalah dengan laki-laki sejatinya. Yifei Liu juga ditemani dengan Donnie Yen, Gong Li, hingga Jet Li sebagai para pemeran utama dalam film ini.

3. Mona Lisa Smile

  • Genre: Drama
  • Tahun rilis: 20003
  • Durasi: 119 menit
  • Sutradara: Mike Newell

Mona Lisa Smile adalah drama Amerika yang tayang di tahun 2003 lalu. Film ini diperankan oleh Julia Roberts, Kristen Dunst, dan Julia Stiles. Judul film ini mengambil referensi dari lukisan terkenal Leonardo Da Vinci. Film ini juga menyabet beberapa penghargaan bergensi di masanya.

Mona Lisa Smile mengangkat cerita tentang dosen perempuan yang sedang memperjuangkan kesetaraan gender. Ia mengajak dan memberikan inspirasi untuk para muridnya agar mengevaluasi budaya yang melekat pada saat itu.

Bukan hanya itu, ia juga mengajak murid-muridnya untuk melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Ia ingin membuat perubahan pada pemikiran dan gaya hidup pada wanita sehingga akhirnya wanita juga berhak untuk mengejar mimpi.

4. Self Made : Inspired by the Life of Madam C.J. Walker

  • Genre: Drama, biografi
  • Tahun rilis: 2020
  • Durasi: 40-49 menit per episode
  • Sutradara: Kasi Lemons, DeMane Davis

Film yang satu ini merupakan mini series yang tayang di Netflix pada 2020 lalu. Diperankan oleh Octavia Spencer sebagai pemeran utama, Self Made Inspired by The Life of Madam C.J. Walker mengangkat kisah inspiratif tentang pengusaha wanita Afrika-Amerika yang membangun kerajaan perawatan rambut.

Ia juga berusaha untuk menghadapi isu rasisme sebagai perempuan kulit hitam. Berbagai cobaan pun dilaluinya hingga akhirnya berhasil menjadi wanita jutawan pertama di Amerika.

5. Moxie

  • Genre: Drama, komedi
  • Tahun rilis: 2021
  • Durasi: 111 menit
  • Sutradara: Amy Poehler

Resah dengan budaya seksis yang telah mengakar di sekolahnya, Vivian akhirnya mulai beraksi. Ia terinspirasi dari sang ibu yang pernah melakukan pemberontakan terhadap budaya patriarki serta teman baru yang percaya diri. Vivian dan sahabatnya pun menerbitkan majalah feminis sebagai bentuk protes terhadap perilaku seksis tersebut.

Moxie yang diperankan oleh Hadley Robinson, Lauren Tsai, dan Dylan Meyer ini tayang di tahun 2021 kemarin. Walau bergenre remaja, tapi film ini cukup berhasil menginspirasi para wanita, terutama perempuan remaja. Film ini juga bisa memberikan kekuatan untuk menentang budaya buruk yang selama ini sudah mengakar.

Nah, itu dia beberapa film yang sangat cocok ditonton untuk merayakan hari perempuan internasional ini. Jadi, untuk kamu para perempuan, jangan takut menyuarakan pendapatmu ya. Mungkin saja selanjutnya cerita emansipasimu yang akan difilmkan, lo!

6. Promising Young Woman

  • Genre: Thriller, Crime, Drama
  • Tahun rilis: 2020
  • Durasi: 113 menit
  • Sutradara: Emerald Fennell

Ini film yang mungkin bikin kamu nggak nyaman, tapi justru itu poinnya. Promising Young Woman punya cara bercerita yang kelihatan “warna-warni” dan stylish, tapi isinya gelap dan nyenggol realita soal sistem yang sering melindungi pelaku, bukan korban.

Tokoh utamanya yang diperankan Carrey Mulligan bukan “pahlawan sempurna”. Dia kompleks, kadang kamu setuju, kadang kamu bingung. Cocok buat kamu yang suka thriller yang bukan sekadar ngejar ritme yang cepat, tapi punya dimensi sosial yang tajam.

7. Portrait of a Lady on Fire

  • Genre: Drama, Romance
  • Tahun rilis: 2019
  • Durasi: 122 menit
  • Sutradara: Celine Sciamma

Kalau kamu suka film yang minim dialog tapi emosinya terasa tebal, ini salah satu yang paling menarik. Ceritanya nggak butuh banyak kejadian heboh untuk bikin tegang, karena ketegangannya ada di tatapan, jarak, dan hal-hal yang nggak diucapkan. Noémie Merlant, Adèle Haenel, dan Luàna Bajrami sangat ciamik berakting di film ini.

Yang bikin film ini terasa beda adalah perspektifnya, pengambilan gambar, dan narasinya benar-benar memberi ruang bagi pengalaman perempuan, bukan menjadikan mereka sekadar objek cerita. Cocok untuk kamu yang suka romance yang matang, elegan, dan bikin dada sesak pelan-pelan.

8. Everything Everywhere All at Once

  • Genre: Sci-fi, Action, Comedy-drama
  • Tahun rilis: 2022
  • Durasi: 139 menit
  • Sutradara: Daniel Kwan & Daniel Scheinert

Film ini kayak roller coaster, rame, absurd, kadang bikin ketawa, kadang bikin “lah kok nangis.” Tapi di balik segala multiverse dan aksi, inti ceritanya justru dekat banget: capek jadi orang dewasa, capek jadi anak, capek jadi ibu, capek jadi versi diri yang “nggak pernah cukup”.

Tokoh perempuannya yang diperankan aktris Michelle Yeoh dan Stephanie Hsu bukan tipe yang diglorifikasi jadi superwoman yang selalu benar. Dia lelah, berantakan, kadang nyebelin, dan itu yang bikin dia terasa nyata. Cocok buat kamu yang suka film kreatif, tapi tetap butuh hati.

Menonton film-film di atas bukan cuma soal mencari hiburan, tapi juga cara sederhana untuk memahami ulang perjuangan perempuan dari berbagai sudut. Baik yang terasa dekat di kehidupan sehari-hari, sampai yang hadir dalam skala besar dan penuh risiko. Dari keresahan soal standar kecantikan, tekanan sosial, sampai keberanian melawan sistem yang nggak adil, semuanya dirangkum lewat cerita yang relate sekaligus membuka perspektif.

Di momen Hari Kartini ini, semoga deretan film tadi bisa jadi pengingat kalau perjuangan perempuan itu nyata, berlapis, dan masih terus berjalan sampai sekarang. Nggak harus selalu besar dan heroik, karena kadang langkah kecil seperti berani jadi diri sendiri, menyuarakan pendapat, atau menolak standar yang mengekang, juga termasuk bentuk emansipasi.

Jadi, setelah nonton nanti, siapa tahu kamu nggak cuma merasa terhibur, tapi juga lebih berani mengambil ruang dalam hidupmu sendiri. Karena seperti yang sudah diperjuangkan sejak dulu, perempuan punya hak yang sama untuk bermimpi, memilih, dan menentukan arah hidupnya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Pemburu kedamaian dunia

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Rekomendasi 5 Film tentang Perempuan, Pas untuk Hari Kartini!

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy Astaga! privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us