Walkot Farhan: Timbulan Sampah di Kota Bandung Meningkat 20 %

walkot-farhan:-timbulan-sampah-di-kota-bandung-meningkat-20-%
Walkot Farhan: Timbulan Sampah di Kota Bandung Meningkat 20 %
Share

Share This Post

or copy the link

tirto.id – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan timbulan sampah baru di Kota Bandung mengalami peningkatan hingga 20 persen.

Ia menjelaskan total produksi sampah di Kota Bandung dari 1.500 ton per hari, menjadi sekitar 1.800 ton. Farhan menyebut kondisi tersebut masih menjadi tantangan dalam mengelola sisa volume sampah yang cukup besar.

Farhan bilang kondisi ini disebabkan beberapa faktor mulai dari pengurangan kuota pembuangan sampah ke TPA Sarimukti. Kemudian, antrean kendaraan pengangkut sampah yang semakin panjang.

Menurutnya, hal tersebut terjadi karena TPA Sarimukti tidak hanya menampung sampah dari Kota Bandung saja, namun juga dari daerah lain di kawasan Bandung Raya.

“Antrean makin panjang karena yang membuang ke Sarimukti tidak hanya Kota Bandung. Dan saya mencurigai timbulan sampah baru meningkat 20 persen,” kata Farhan pada wartawan di Bandung, Jumat (24/4/2026)..

Farhan mengatakan saat ini pihaknya akan menyusun roadmap penanganan sampah sebagai respons atas rencana pemerintah pusat yang akan menutup seluruh TPA dengan sistem open dumping pada Desember 2026.

“Hari ini saya akan memulai rapat roadmap menuju penutupan TPA bersama Menteri Lingkungan Hidup,” kata dia.

Farhan juga menjelaskan pentingnya pendekatan yang tidak hanya fokus pada pengurangan sampah, namun juga menghindari dampak lingkungan baru.

“Jangan sampai kita mengurangi sampah, tapi justru menimbulkan polusi baru. Itu tidak boleh terjadi,” jelas Farhan.

Disisi lain, Pemkot Bandung juga tengah menyiapkan langkah strategis untuk pengangkutan sampah di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi.

Ia berkata lonjakan harga solar dari sekitar Rp14.000 menjadi Rp23.000 per liter berdampak signifikan terhadap biaya operasional truk pengangkut sampah.

“Kenaikan ini membuat biaya BBM untuk pengangkutan sampah meningkat hingga dua kali lipat. Ini menjadi tantangan yang harus segera kita respons,” jelasnya

Farhan menyebut sedang mengkaji berbagai opsi, mulai dari efisiensi operasional, penyesuaian anggaran, sampai penyusunan strategi baru dalam pengelolaan sampah.

“Jika tidak ada penyesuaian, secara perhitungan anggaran yang ada hanya mampu menopang operasional hingga sekitar akhir Oktober 2026,” ungkapnya.

tirto.id – Flash News

Kontributor: Akmal Firmansyah
Penulis: Akmal Firmansyah
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Walkot Farhan: Timbulan Sampah di Kota Bandung Meningkat 20 %

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy Astaga! privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us