Internasional | Irlandia | Norwegia | Palestina | Spanyol
FOMOMEDIA – Menjadi negara Palestina yang merdeka bukan hal mustahil. Terbaru, tiga negara Eropa, Spanyol, Norwegia, dan Irlandia resmi akui Palestina sebagai negara.
Spanyol, Norwegia, dan Irlandia secara resmi telah mengakui negara Palestina. Pengakuan tersebut diumumkan pada Selasa (21/5/2024) kemarin. Hal ini semakin menunjukkan bahwa Palestina mendapat dukungan banyak dari dunia internasional.
Tiga negara tersebut tengah berupaya untuk mempercepat cara mencapai gencatan senjata dalam perang Israel melawan Hamas. Setidaknya, dengan pengakuan dari Madrid, Oslo, dan Dublin bisa mendorong Uni Eropa untuk melakukan hal sama.
“Ini adalah satu-satunya cara untuk maju menuju apa yang semua orang akui sebagai satu-satunya solusi yang mungkin untuk mencapai masa depan yang damai, salah satu negara Palestina yang hidup berdampingan dengan negara Israel dalam perdamaian dan keamanan,” kata Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, dikutip dari Reuters.
I applaud the bold decision by Ireland, Norway, and Spain to recognize the State of Palestine. This notable development marks a significant shift in European support and underscores a growing commitment to justice and the rights of the Palestinian people.
Their recognition is a… https://t.co/hx4IUDSB3O
— Anies Rasyid Baswedan (@aniesbaswedan) May 29, 2024
Spanyol mengakui negara Palestina yang bersatu di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Selain itu, wilayah Yerusalem Timur juga berhak masuk ke dalam wilayah Palestina.
Dengan adanya dukungan dari tiga negara itu, semakin mempertegas posisi Palestina di PBB. Dari 193 negara anggota PBB, saat ini terhitung sudah ada 146 negara yang mengakui keberadaan negara Palestina.
Sanchez mempertegas sikap Spanyol terkait wilayah Palestina. Negeri Matador tersebut mengakui bahwa wilayah Palestina akan tetap sebelum tahun 1967.
Irlandia Gerak Cepat
Selain menyatakan sikap pengakuan, Irlandia langsung gerak cepat untuk mendukung kemerdekaan Palestina. Departemen Luar Negeri Irlandia pekan lalu mengatakan bahwa mereka akan meningkatkan kantor perwakilannya di Ramallah di Tepi Barat menjadi kedutaan.
“Kami ingin mengakui Palestina pada akhir proses perdamaian. Namun, kami telah melakukan langkah ini bersama Spanyol dan Norwegia untuk menjaga keajaiban perdamaian tetap hidup,” kata Perdana Menteri Irlandia Simon Harris.
BACA JUGA:
Kini, dari 27 anggota Uni Eropa, selain tiga negara itu, beberapa negara lain juga menyatakan dukungannya. Negara itu mulai dari Swedia, Siprus, Hongaria, Republik Ceko, Polandia, Slovakia, Rumania, dan Bulgaria.
Sementara, Inggris masih mempertimbangkan pengakuan itu. Sedangkan, Jerman masih setia bergabung dengan Israel dan Amerika Serikat.
Dampak Pengakuan
Langkah yang dilakukan oleh Spanyol, Norwegia, dan Irlandia dinilai sangat tepat. Selain dari segi formal pemerintahan, masyarakat tiga negara itu secara kultural juga menyatakan dukungannya kepada Palestina.
Menyitat laporan BBC, pengakuan tiga negara itu bakal dianggap meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Israel. Apalagi, dua pengadilan internasional saat ini telah menyerukan untuk mengakhiri operasi Pasukan Pertahanan Israel di Gaza dan menuduh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melakukan kejahatan perang.
Palestine has been officially recognized as an independent state by Ireland, Norway, and Spain. These countries are urging other nations to acknowledge pre-1967 borders, stating it is the only way to ensure peace. pic.twitter.com/YlgMX96cc1
— Al Jazeera English (@AJEnglish) May 28, 2024
Pengakuan dari tiga negara itu juga semakin memberikan tekanan pada negara Eropa lainnya. Setidaknya, perlahan tetapi pasti, dukungan kepada Palestina semakin mengalir.
“Ini sangat penting. Ini mencerminkan rasa frustrasi Eropa terhadap penolakan pemerintah Israel untuk mendengarkan,” kata seorang diplomat Arab, dikutip dari BBC.
Adapun saat ini Palestina di dalam PBB memiliki status sebagai pengamat. Namun, jika kemerdekaan penuh didapat negara Palestina, maka statusnya akan semakin meningkat dan setara dengan negara-negara lain.
Penulis: Sunardi
Editor: Safar
Ilustrator: Vito