Prabowo Akui APBN Tak Bisa Tahan Kenaikan Minyak Jangka Panjang

prabowo-akui-apbn-tak-bisa-tahan-kenaikan-minyak-jangka-panjang
Prabowo Akui APBN Tak Bisa Tahan Kenaikan Minyak Jangka Panjang
Share

Share This Post

or copy the link

tirto.id – Presiden Prabowo Subianto mengakui, kenaikan harga minyak mentah dunia hingga 120 dolar Amerika Serikat (AS) per barel dalam jangka waktu panjang akan sulit untuk ditanggung Indonesia.

Bagaimanapun, kondisi yang disebabkan perang AS-Israel dan Iran tersebut akan membuat subsidi energikhususnya bahan bakar minyak (BBM), yang harus ditanggung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) membengkak.

“Akan sangat sulit jika harganya (minyak mentah dunia) di atas 120 dolar AS per barel untuk jangka waktu yang lama, tetapi kami berharap rasionalitas akan tetap ada,” katanya, dalam wawancara bersama Bloomberg, dikutip Selasa (17/3/2026).

Namun, jika kenaikan harga minyak tidak berlangsung dalam jangka waktu lama, Prabowo optimistis Indonesia bisa menghadapi kondisi yang dianggapnya sebagai ‘krisis lainnya’ itu. Apalagi, krisis karena lonjakan harga minyak sebelumnya sudah pernah dialami Indonesia, yakni pada saat pandemi Covid-19.

“Kita pernah mengalami lonjakan harga seperti ini sebelumnya dalam sejarah kita,” tutur dia.

Di sisi lain, sebagai langkah mitigasi, pemerintah sudah melakukan simulasi penghitungan dampak kenaikan harga minyak terhadap anggaran negara, di mana harga minyak yang digunakan mengacu kepada harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Oil Price/ICP) sebesar 70 dolar AS per barel yang ditetapkan dalam APBN 2026.

“Dan kita menghitung harga minyak berdasarkan rata-rata tahunan, jadi kita telah melalui semua simulasi. Saya telah mengadakan beberapa rapat kabinet dan pertemuan dengan para ahli saya, dan kami merasa bahwa kami dapat menghadapi ini sebagai krisis lain,” tegas Prabowo.

Selain itu, Ketua Umum Partai Gerindra tersebut juga menilai bahwa Indonesia cukup beruntung karena masih memiliki sumber impor minyak mentah maupun BBM dari negara selain Timur Tengah. Dus, Indonesia masih bisa mendapatkan pasokan minyak seperti dari Afrika hingga AS saat Selat Hormuz yang menjadi jalur pelayaran vital ditutup karena perang AS-Israel dan Iran.

“Kami agak beruntung karena kami juga memiliki sumber lain. Minyak kami berasal dari sumber lain, dari Afrika, dari AS,” tukasnya.

tirto.id – Flash News

Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Prabowo Akui APBN Tak Bisa Tahan Kenaikan Minyak Jangka Panjang

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy Astaga! privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us