BPS: Penyakit Katastropik Buat Kesejahteraan Warga Cepat Turun

bps:-penyakit-katastropik-buat-kesejahteraan-warga-cepat-turun
BPS: Penyakit Katastropik Buat Kesejahteraan Warga Cepat Turun
Share

Share This Post

or copy the link

tirto.id – Badan Pusat Statistik (BPS) menemukan penyakit katastropik dapat dengan cepat menurunkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Dalam hitungan bulan, puluhan ribu individu tercatat turun ke kelompok ekonomi yang lebih rendah.

Wakil Kepala BPS, Sony Harry Budiutomo Harmadi, mengungkapkan temuan ini berdasarkan hasil verifikasi lapangan atau ground check terhadap Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan, khususnya kelompok penderita penyakit katastropik.

“Bapak/Ibu sekalian, ini menunjukkan bahwa dalam beberapa bulan saja karena data yang digunakan untuk menghapus PBI sebelumnya data triwulan 4 (tahun) 2025, begitu dicek di bulan Februari akhir, Februari sampai Maret, ternyata 62.685 orang turun desil,” ujar Sony dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi IX DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Penurunan desil tersebut merujuk pada perubahan posisi kesejahteraan individu dalam distribusi ekonomi nasional. Dalam sistem ini, desil 1 hingga 5 merupakan kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah yang berhak menerima bantuan iuran.

Sony menegaskan, kondisi kesehatan yang memburuk menjadi salah satu faktor utama yang mendorong penurunan tersebut.

“Ini menunjukkan bahwa penyakit katastropik ini bisa dengan sangat cepat menurunkan kesejahteraan individu,” kata dia.

Temuan itu, ucapnya, diperoleh dari tahap pertama ground check terhadap 106.153 individu penerima PBI yang sebelumnya dinonaktifkan. Dari jumlah tersebut, sebagian besar memang merupakan penderita penyakit katastropik dengan kondisi ekonomi yang rentan.

Sony menyebut berdasarkan catatan BPS, setelah pemutakhiran data dan penghitungan ulang berbasis kepemilikan aset, puluhan ribu individu yang sebelumnya berada di kelompok ekonomi lebih tinggi akhirnya masuk ke kelompok penerima bantuan.

“Setelah dilakukan penghitungan perangkingan ulang… ternyata dari 106.153 orang tadi, itu ada 62.685 yang tadinya berada di desil 6 ke atas sekarang mereka turun desil jadi masuk di desil 1 sampai 5,” ujar Sony.

Namun, tidak semua hasil verifikasi menunjukkan penurunan. Sebagian individu tetap berada di kelompok ekonomi menengah ke atas, meskipun mengidap penyakit serius.

“Kemudian dari hasil pendesilan atau updating yang baru, ada 27.525 individu yang ternyata berada di desil 6 sampai desil 10,” kata dia.

Menurut Sony, kondisi ini menjadi dilema kebijakan. Di satu sisi, kelompok tersebut secara ekonomi tidak termasuk penerima bantuan. Namun di sisi lain, risiko penyakit katastropik dapat dengan cepat menggerus kemampuan finansial mereka.

“Artinya mereka sebenarnya tidak eligible sebagai penerima bantuan iuran. Tetapi belajar dari kasus sebelumnya bahwa orang kalau menderita penyakit katastropik dia bisa dalam waktu singkat menurun kesejahteraannya dan turun desilnya ke desil yang rendah,” ujarnya.

Sony melanjutkan bahwa BPS juga menemukan dinamika kesejahteraan masyarakat yang sangat tinggi dalam waktu singkat. Perubahan kondisi ekonomi bisa terjadi hanya dalam rentang tiga hingga enam bulan, terutama akibat beban biaya kesehatan.

“Ini menunjukkan bahwa dinamika kesejahteraan penduduk kita itu sangat tinggi di lapangan. Jadi dalam waktu 3 bulan 6 bulan perubahan kesejahteraan itu bisa terjadi terutama karena masalah penyakit,” kata Sony.

tirto.id – Flash News

Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Bayu Septianto

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
BPS: Penyakit Katastropik Buat Kesejahteraan Warga Cepat Turun

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy Astaga! privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us