tirto.id – Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni memutuskan untuk tidak memperpanjang perjanjian pertahanan dengan Israel pada Rabu (14/4/2026). Keputusan ini diambil imbas perkembangan situasi di Asia Barat.
Seturut BBC, Meloni menyatakan tak akan memperpanjang masa berlaku perjanjian pertahanan dengan Israel. Semula, perjanjian pertahanan Israel-Italia memiliki durasi lima tahun dan klausul untuk memperbaruinya tiap tahun kelima.
Meloni tak menjelaskan secara rinci alasan di balik keputusan terbarunya tentang Israel tersebut. Ia hanya menyebut bahwa keputusan ini diambil setelah menimbang “situasi saat ini”.
Belum jelas bagaimana nasib perjanjian kerja sama Israel-Italia pasca keputusan ini. Namun, Kementerian Pertahanan Italia menyebut tengah menimbang konsekuensi hukum dan praktis atas keputusan pemerintah tersebut.
Stockholm International Peace Research Institute mencatat Italia sebagai negara pengekspor senjata terbesar ketiga bagi Israel. Namun, jumlah senjata Italia yang diekspor ke Tel Aviv hanya mencakup 1,3 persen dari total impor senjata Israel sepanjang 2021-2025.
Jumlah senjata yang diekspor Italia masih jauh lebih sedikit dari Amerika Serikat dan Jerman sebagai pengekspor utama senjata Israel.
Meski begitu, penangguhan kerja sama Italia-Israel ini dipandang banyak pihak jadi isyarat terbaru memburuknya hubungan Roma dan Tel Aviv. Keduanya sebelumnya dikenal punya hubungan yang solid.
Pemerintahan Meloni bahkan dianggap banyak pihak jadi sekutu utama Presiden AS Donald Trump dan Israel di Eropa. Dalam banyak kesempatan, Italia bertindak sebagai negara pendukung AS dan Israel di tengah meluasnya sentimen negatif dua negara itu di Eropa.
Namun, dalam beberapa pekan terakhir, hubungan Italia dan poros AS-Israel tampak memburuk.
Pekan lalu, Italia memanggil duta besar Israel di Roma untuk memprotes serangan Israel di Lebanon. Tentara Zionis dilaporkan menyerang konvoi kontingen Unifil asal Italia di Lebanon selatan. Tak ada korban jiwa dalam serangan tersebut, namun kendaraan Unifil dilaporkan rusak.
Pada Senin (13/4), Israel ganti memanggil duta besar Italia di Tel Aviv. Pemerintahan Zionis itu melayangkan protes resmi atas pernyataan Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani baru-baru ini.
Tajani sebelumnya mengutuk serangan Israel ke Lebanon. Ia menyebut Israel telah melakukan “serangan yang tidak dapat diterima” kepada warga sipil di Lebanon.
Para analis menilai bahwa langkah Meloni dalam beberapa waktu terakhir merupakan respons atas meluasnya sentimen negatif publik Italia tentang AS dan Israel. Sentimen ini meluas pada 2026 seiring tindakan AS di Venezuela, keinginan mereka untuk mencaplok Greenland, dan serangan AS-Israel di Iran.
Meloni dipandang tengah menjauhkan diri dari poros AS-Israel yang semakin tak populer di kalangan pemilih Italia. Pemilu Italia dijadwalkan terselenggara pada akhir 2027 mendatang.
PM Meloni Kritik Trump Soal Olokan ke Paus Leo
Setidaknya sejak Maret lalu, Meloni juga beberapa kali melayangkan kritik kepada Presiden AS Donald Trump. Hal ini jarang terjadi karena keduanya dikenal sebagai sekutu dekat.
Terbaru, Meloni mengkritik Trump tentang olokan Presiden AS itu kepada Paus Leo XIV. Trump sebelumnya menyebut Paus Leo sebagai sosok yang lemah karena tak sepakat dengan Perang Iran.
Pada Senin lalu, Meloni mengkritik cemoohan Trump itu sebagai komentar yang merendahkan Paus dan menyebutnya “tidak dapat diterima. PM Italia itu juga menyebut bahwa ia berpihak pada Paus dalam hal ini.
Kritikan Meloni lalu ditanggapi Trump. Kepada surat kabar Italia Corriere della Sera, Trump mengaku terkejut dengan pernyataan Meloni.
“Saya pikir dia punya keberanian, tapi saya salah,” katanya, sembari menyebut Meloni “tidak peduli apakah Iran memiliki senjata nuklir dan akan meledakkan Italia dalam dua menit jika memiliki kesempatan”– klaim yang terus diulang Trump sejak pecah Perang Iran.
Meskipun dicerca Trump, keputusan Meloni untuk mengkritik Presiden AS itu didukung sekutu dalam negerinya. Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani menyebut kritikan Meloni ke Trump atas Paus Leo adalah komentar yang juga ingin disampaikan “semua orang Italia”.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto menyebut bahwa langkah Meloni untuk mengkritik Trump telah dilakukan dalam koridor yang benar.
“Menjadi sekutu bukan berarti menerima semuanya dalam diam, tetapi memiliki keberanian untuk menyatakan dengan jelas apa yang diyakini benar,” kata Crosetto.
tirto.id – Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar