tirto.id – Seorang warga negara Cina dihukum penjara selama satu tahun karena selundupkan semut dari Kenya. Semut ini diduga akan dijual ke kolektor dengan harga mahal hingga Rp3,7 juta untuk setiap ekornya.
Melansir BBC, warga Cina yang dipenjara karena menyelundupkan semut itu adalah Zhang Kequn. Pengadilan di Nairobi menjatuhi hukuman satu tahun penjara bagi Kequn dan denda sebesar 1 juta shilling Kenya (sekitar Rp130 juta).
Dalam keterangannya, Hakim Irene Gichobi menyebut bahwa Kequn adalah orang yang “tidak sepenuhnya jujur” dan tidak menunjukkan penyesalan atas tindakannya.
Zhang Kequn didakwa atas tuduhan penyelundupan ribuan ratu semut taman hidup. Semut yang tergolong sebagai semut raksasa ini adalah satwa dilindungi yang diatur dalam undang-undang Kenya.
Hakim Irene Gichobi juga menyebut bahwa perdagangan semut kebun telah meningkat secara masif di Kenya. Oleh karenanya, kata Gichobi, Kequn dijatuhi hukuman berat karena perilakunya memiliki “dampak ekologis” yang negatif.
Nantinya, setelah setahun dikurung di Kenya, Zhang Kequn akan “dipulangkan ke negara asalnya”.
Kequn diduga telah membeli semut dari seorang warga Kenyak, Charles Mwangi, dengan harga 10.000 shilling Kenya (sekitar Rp1,3 juta) untuk 100 ekor semut taman di sana. Mwangi juga ditangkap karena hal ini, namun ia bebas dengan jaminan.
Hukuman penjara bagi penyelundup semut ini bukan yang pertama dilakukan pengadilan di Nairobi. Pada Mei 2025 lalu, pengadilan Kenya menjatuhkan hukuman satu tahun penjara kepada empat pria atas tuduhan yang sama.
Empat pria itu terdiri dari dua warga Belgia, seorang warga Vietnam, dan seorang warga Kenya. Mereka ditangkap saat sedang berupa menyelundupkan semut untuk dijual kepada kolektor di Eropa dan Asia.
Ratu Semut Afrika Buruan Kolektor
Semut taman atau semut pemanen Afrika raksasa adalah spesies semut asli Afrika Timur. Semut ini tengah diminati para kolektor di pasar gelap, meningkatkan kekhawatiran atas dampak ekologis yang membayangi tren ini.
Di pasar gelap, harga ratu semut spesies ini akan dibanderol dengan harga fantastis. Harganya bisa mencapai Rp3,7 juta bukan untuk satu koloni, tetapi untuk seekor ratu.
Ratu semut pemanen Afrika raksasa begitu digemari para kolektor karena satu ekor saja dapat menciptakan seluruh koloni yang akan hidup selama beberapa dekade.
Penyelundupan semut pemanen Afrika raksasa ini jadi salah satu pekerjaan rumah yang perlu diatasi Pemerintah Kenya karena permintaannya di pasar gelap terus meningkat. Pendeteksian penyelundupan semut juga tak jarang sulit dilakukan.
Sepanjang tahun 2025 lalu, sebanyak 5.000 ratu semut pemanen raksasa di Kenya berhasil diselamatkan dari penyelundupan.
Skala penyelundupan itu lalu mengkhawatirkan banyak pihak karena semut pemanen Afrika raksasa tergolong invasif. Setiap ratu semut dapat menghasilkan satu koloni semut pemanen berjumlah ratusan ribu ekor. Sarang koloni semut pemanen ini dapat hidup lebih dari 50 tahun.
“Jika volume perdagangan semut invasif terus meningkat, hanya masalah waktu sebelum beberapa di antaranya lolos dari formicarium mereka dan menetap di alam liar,” kata Chengyang Wang, peneliti asal Cina yang menerbitkan laporan tentang perdagangan semut pada 2023.
Sementera di wilayah lain jadi spesies invasif, penyelundupan ratu semut di Kenya juga akan berdampak pada keruntuhan koloni semut pemanen di sana. Padahal semut di Kenya memainkan peran penting dalam keragaman hayati di sana.
“Pemanenan yang tidak berkelanjutan, khususnya pengambilan ratu semut, dapat menyebabkan keruntuhan koloni, mengganggu ekosistem dan mengancam keanekaragaman hayati,” tutur Mukonyi Watai, ilmuwan senior Institut Penelitian dan Pelatihan satwa Liar Kenya.
tirto.id – Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar