Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp17.181

rupiah-ditutup-melemah-ke-level-rp17.181
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp17.181
Share

Share This Post

or copy the link

tirto.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah ke level Rp17.181 pada perdagangan hari ini, Rabu (22/4/2026). Rupiah melemah 38 poin atau 0,22 persen dari penutupan sebelumnya di level Rp17.219.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak pada rentang Rp17.151-17.186 per dolar AS usai dibuka pada level Rp17.152 pada perdagangan pagi tadi.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, berujar menguatnya nilai rupiah disebabkan dua faktor, yakni faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor internal menguatnya rupiah, Pemerintah Indonesia disebut menghadapi tekanan likuiditas besar pada 2026 seiring jatuh tempo utang yang mencapai Rp 833,96 triliun alias level tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Kata Ibrahim, lonjakan kewajiban itu menandai fase krusial dalam pengelolaan fiskal, di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan dan ketidakpastian pasar keuangan global.

“Penomena ini sebagai “tembok utang” atau debt wall, yakni kondisi ketika beban jatuh tempo utang menumpuk dalam satu periode tertentu. Nilai jatuh tempo 2026 bahkan lebih tinggi dibandingkan 2025 yang sebesar Rp800,33 triliun, dan menjadi puncak dalam siklus pembayaran utang periode 2025–2036,” urainya dalam keterangan yang diterima, Rabu.

Menurut Ibrahim, tekanan tersebut tidak muncul secara tiba-tiba. Besarnya kewajiban itu dinilai merupakan akumulasi penerbitan utang pada tahun-tahun sebelumnya, termasuk skema burden sharing antara pemerintah dan Bank Indonesia (BI) selama pandemi Covid-19.

Dari total jatuh tempo 2026, sekitar Rp 154,5 triliun berasal dari instrumen hasil kerja sama tersebut. Besarnya volume utang yang harus dibayar disebut memaksa pemerintah melakukan strategi pembiayaan ulang (refinancing) dalam skala besar.

Akan tetapi, Ibrahim menilai, langkah tersebut tidak lepas dari risiko. Selain itu, Bank Indonesia kembali menahan suku bunga acuan alias BI Rate di level 4,75 persen.

“Sejalan dengan itu, bank sentral juga tetap mempertahankan suku bunga Deposit Facility di level 3,75 perse dan suku bunga Lending Facility 5,5 persen,” ucapnya.

“Keputusan ini masih konsisten dengan upaya meningkatkan efektivitas strategi penyesuaian struktur suku bunga instrumen operasi moneter dalam memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah,” sambung dia.

Ibrahim melanjutkan, faktor eksternal melemahnya rupiah, Presiden AS Donald Trump mengaku bakal memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu untuk memungkinkan pembicaraan berlanjut. Hal ini dilamukan untuk mengakhiri perang yang telah menewaskan ribuan orang dan mengguncang ekonomi global.

Kata dia, langkah tersebut tampak sepihak, dan belum jelas apakah Iran atau sekutu AS-Israel akan setuju untuk memperpanjang gencatan senjata yang dimulai dua minggu lalu. Sementara itu, Trump juga mengatakan Angkatan Laut AS akan mempertahankan blokade pelabuhan dan pantai Iran.

Di satu sisi, tidak ada komentar langsung dari para pemimpin senior Iran mengenai perpanjangan gencatan senjata Trump. Kantor Berita Tasnim yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran mengatakan, Iran tidak meminta perpanjangan gencangan senjata dan mengulangi posisinya untuk mematahkan blokade AS dengan kekerasan.

Ibrahim berujar, lalu lintas pengiriman melalui Selat Hormuz yang biasanya menyalurkan sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair global sebagian besar terhenti pada Selasa (21/4/2026) dengan hanya tiga kapal yang lewat dalam 24 jam terakhir.

“Di tempat lain, militer Israel mengatakan Hizbullah menembakkan roket ke pasukannya di Lebanon selatan, menuduh kelompok yang didukung Iran tersebut melanggar gencatan senjata menjelang pembicaraan yang dimediasi AS dengan Lebanon minggu ini. Tidak ada komentar langsung dari Hizbullah,” ucapnya.

Selain itu, Ibrahim menambahkan, calon Gubernur The Fed Kevin Warsh menekankan independensi Fed dari politik, tetapi juga mengisyaratkan perombakan kebijakan besar di bank sentral jika dikonfirmasi sebagai ketuanya.

“Mantan gubernur Fed [Warsh] dipandang sebagai pilihan yang kurang lunak daripada yang diharapkan pasar. Pencalonannya telah memicu kerugian besar pada emas dan logam mulia pada akhir Januari,” tutur dia.

tirto.id – Flash News

Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp17.181

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy Astaga! privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us