tirto.id – Masyarakat mungkin mempertanyakan tentang arti May Day ketika menjelang datangnya bulan Mei atau saat peringatan Hari Buruh Internasional (1 Mei). Lantas, May Day artinya apa?
Jika memantau arti berdasarkan sejarahnya, istilah May Day sendiri mengalami perubahan makna dari waktu ke waktu. Sebut misalnya sebagai perayaan pergantian ke musim semi di AS sebelum abad ke-19 hingga menjadi sebutan lain Hari Buruh Sedunia/International Workers Day.
Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional, berbagai lapisan masyarakat kerap mengadakan kegiatan tertentu. Contohnya peringatan Hari Buruh di Indonesia yang sering melibatkan aksi demonstrasi untuk menuntut hak para pekerja.
Arti May Day 1 Mei: Hari Buruh Internasional
Apa arti May Day 1 Mei? May Day sendiri merujuk kepada peringatan Hari Buruh Internasional/Sedunia. Sementara itu, 1 Mei menunjukkan bahwa peringatan diadakan pada tanggal tersebut setiap tahunnya.
Kendati demikian, tidak semua negara merayakan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei. Amerika Serikat (AS) dan Kanada misalnya, memperingati Hari Buruh setiap tahun pada bulan September.
May Day 1 Mei tidak mendapatkan pengakuan resmi oleh pemerintah AS. Akan tetapi, lusinan negara lain mengakui May Day 1 Mei sebagai Hari Buruh Sedunia, termasuk Indonesia.
Lantas, bagaimana May Day terjadi? Pada abad ke-19, kondisi pekerjaan di AS tidak manusiawi. Banyak anak-anak yang menjalankan pekerjaan di tambang, kemudian puluhan di antaranya meninggal setiap tahun karena kondisi kerja yang buruk.
Rasa kolektivisme pun berkembang dan memunculkan faksi buruh, seperti Serikat Buruh Nasional yang dibentuk pada tahun 1866. Para pekerja di seluruh pusat industri Amerika Serikat mulai menuntut hak-hak mereka.
Momen kunci dalam tuntutan ini terjadi pada tahun 1884 dengan munculnya “Gerakan Delapan Jam”, ketika Federasi Perdagangan Terorganisir dan Serikat Buruh (FOTLU) mengadakan konvensi nasional di Chicago. Melansir LifeHacker, pernyataannya adalah “delapan jam merupakan satu hari kerja yang sah dari dan setelah 1 Mei 1886”.
Saat tenggat waktu 1 Mei hasil penetapan FOTLU semakin dekat, “diperkirakan seperempat juta pekerja di wilayah Chicago terlibat langsung dalam unjuk rasa untuk menuntut delapan jam kerja sehari”. Keterangan ini ada di arsip yang diterbitkan oleh Industrial Workers of the World pada 1993.
Awalnya, demonstrasi relatif sepi. Kemudian berubah pada 3 Mei, ketika demonstrasi di McCormick Reaper Works berubah jadi pertempuran antara aktivis dan polisi yang berakhir dengan kematian beberapa pekerja.
Keesokan harinya, pihak buruh memprotes pembunuhan tersebut melalui pertemuan di Chicago’s Haymarket Square. Aksi awalnya tenang, bahkan Walikota Chicago Carter Harrison hadir saat itu.
Ketenangan kembali berubah menjadi kekerasan ketika seseorang melemparkan bahan peledak ke arah polisi. Orang yang bertanggung jawab tidak pernah diidentifikasi, tetapi tindakan tersebut menyebabkan polisi menembakkan senjatanya tanpa pandang bulu ke peserta pertemuan.
Pada 1912, Theodore Roosevelt memasukkan kebijakan tersebut dalam pemerintahannya. Undang-undang yang mendukung hari kerja delapan jam baru mendapatkan pengesahan oleh kongres pada 1916.
Kendati demikian, perlu waktu hingga disahkannya undang-undang untuk mendapatkan hak atas jam kerja maksimum dan upah minimum untuk diterapkan pada pekerja di tingkat federal.
Peristiwa di Haymarket, tindakan penting yang diambil pada tanggal 1 Mei 1886, serta upaya para aktivis abad ke-19 itu berperan penting dalam mencapai konsesi standar buruh saat ini.
Perayaan Hari Buruh May Day di Indonesia
May Day artinya Hari Buruh Internasional juga menjadi salah satu peringatan di Indonesia. Sejarah Hari Buruh di Indonesia ini memiliki rentang waktu yang cukup panjang sejak masa kolonialisme.
Kendati menjadi tidak berlaku pada Masa Orde Baru, Hari Buruh sudah mulai ditetapkan kembali sebagai peringatan resmi pada 2013 silam. Peringatan ini pada dasarnya menuntut hak-hak buruh yang belum terpenuhi.
Untuk menyuarakan kekurangan regulasi dan pemenuhan hak buruh, berbagai lapisan masyarakat di Indonesia kerap mengadakan demonstrasi. Pihak demonstran biasanya membawa poster dan berbagai alat suara untuk menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah.
Oleh sebab itu, May Day 1 Mei setiap tahunnya akan menyebabkan wilayah sekitar kantor atau gedung pemerintahan dipenuhi para aktivis. Demonstran juga biasanya melakukan long march dari satu titik ke titik lain hingga sampai ke lokasi demo utama.
Adapun sejumlah organisasi akan mengoordinasikan kegiatan dalam peringatan Hari Buruh di Indonesia ini. Dengan begitu, kegiatan turun ke jalan untuk menuntut hak-hak buruh bisa lebih terorganisir.
Ingin membaca lebih banyak artikel tentang peringatan Hari Buruh Internasional alias International Workers Day? Pastikan untuk melihat informasi terbaru May Day di sini.
tirto.id – Edusains
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Agung DH
Penyelaras: Yuda Prinada