tirto.id – Kepolisian Resor Siak, Provinsi Riau menetapkan guru berinisial IP (35) sebagai tersangka kasus kecelakaan fatal berupa ledakan yang menyebabkan meninggalnya siswa saat ujian praktik sains di Sekolah Menengah Pertama Islamic Center Siak.
Kepala Polres Siak, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sepuh Ade Irsyam Siregar, menjelaskan penetapan tersangka terhadap IP didasarkan pada unsur kealpaan atau kelalaian. Sebagai guru pembimbing, tersangka sudah mengetahui proyek sains yang dibuat korban merupakan senjata yang menggunakan bahan peledak.
“Tersangka IP sudah mengetahui bahwa karya siswa tersebut dapat mengeluarkan ledakan. Korban juga sudah memaparkan bahan-bahan yang digunakan serta cara kerjanya. Namun, tersangka tetap memberikan izin kepada korban untuk mempraktikkannya di lapangan hingga terjadi insiden mematikan ini,” kata Ade, mengutip Antara, Rabu (15/4/2026).
Dia mengatakan dalam kasus ini, pihak kepolisian telah memeriksa 16 orang saksi, termasuk siswa, guru, dan dokter forensik. Sejumlah barang bukti juga telah disita, di antaranya printer 3D, laptop dan Kamera.
Kemudian, pecahan material printing 3D berbentuk popor dan lade senapan, dua buah besi hitam panjang 70,5 centimeter dan 81 cm serta 60 butir besi bulat. Tak hanya itu juga ada serbuk hitam, sumbu, mancis, dan potongan obat nyamuk yang diduga sebagai bahan pemicu ledakan.
Atas perbuatannya, IP dijerat dengan Pasal 474 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) atas kealpaannya yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.
“Tersangka terancam pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda kategori V,” tutur Ade.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Rabu pekan lalu, saat sekolah itu sedang menyelenggarakan kegiatan “Science Show” atau ujian praktik mata pelajaran IPA. Korban, seorang siswa kelas IX berinisial MAA (15), bersama kelompoknya hendak memperagakan hasil karya berupa senapan rakitan yang dibuat menggunakan teknologi 3D Printer di lapangan sekolah.
Ketika dimulai, yang bersangkutan memperingatkan teman-temannya untuk menjauh dari lokasi. Akan tetapi saat korban mengambil posisi dan melakukan tembakan, senapan 3D rakitan tersebut justru meledak.
Suara ledakan yang sangat keras terdengar hingga menghamburkan pecahan material senapan ke arah aula dan dinding kelas. Nahas, serpihan ledakan tersebut mengenai bagian wajah dan kepala korban. Meski sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Siak, nyawa remaja tersebut tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
tirto.id – Flash News
Sumber: Antara
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama