13 Jenis Keramik Rumah Paling Bagus dan Tips Memilihnya

13-jenis-keramik-rumah-paling-bagus-dan-tips-memilihnya
13 Jenis Keramik Rumah Paling Bagus dan Tips Memilihnya
Share

Share This Post

or copy the link

tirto.id – Sudah punya konsep rumah impian, tapi masih ragu pilih keramik? Ketahui dulu jenis-jenis keramik rumah yang bagus serta tips memilihnya agar hasil akhirnya tidak hanya indah dipandang, tapi juga fungsional dan tahan lama.

Keramik memang jadi salah satu hal yang perlu pertimbangan matang ketika sedang membangun atau merenovasi rumah. Keramik rumah berfungsi sebagai penutup lantai yang memberikan perlindungan sekaligus meningkatkan estetika ruangan.

Selain membuat permukaan lantai lebih kuat dan tahan lama, keramik juga membantu menjaga kebersihan rumah. Berbagai pilihan motif dan warna keramik juga memungkinkan kita untuk menyesuaikannya dengan konsep interior sehingga menciptakan hunian yang lebih nyaman dan menarik.

Jenis Keramik Rumah yang Bagus

Memilih keramik lantai yang tepat sangat penting untuk menciptakan rumah yang nyaman, tahan lama, sekaligus estetik. Saat ini ada berbagai jenis keramik yang populer digunakan di rumah, dan masing-masing memiliki kelebihan dari segi kekuatan, tampilan, hingga kemudahan perawatan.

Jenis Keramik Berdasarkan Material/Bahan

Ilustrasi Keramik

Ilustrasi Keramik. foto/istockphoto

Keramik lantai memiliki berbagai jenis yang dibedakan berdasarkan bahan pembuatnya. Setiap material memiliki karakteristik tersendiri, mulai dari tingkat kekuatan, daya tahan terhadap air, hingga tampilan estetikanya. Berikut beberapa jenis keramik rumah yang bisa dipilih:

1. Keramik Porselen

Keramik porselen termasuk salah satu jenis ubin yang paling populer dan banyak digunakan di rumah modern. Material ini dikenal sangat kuat, tahan gores, dan memiliki tingkat penyerapan air yang sangat rendah sehingga cocok untuk interior rumah.

Selain itu, porselen tersedia dalam berbagai warna, ukuran, dan tekstur sehingga mudah disesuaikan dengan berbagai gaya interior. Keramik ini relatif mudah dibersihkan dan dapat bertahan sangat lama, bahkan banyak produk yang memiliki garansi hingga puluhan tahun.

2. Granit

Granit merupakan salah satu jenis batu alam paling keras yang sering digunakan sebagai lantai rumah. Material ini sangat tahan terhadap goresan, panas, dan tekanan sehingga cocok untuk rumah, terutama area dengan aktivitas tinggi.

Selain kuat, granit juga memiliki pola alami yang unik sehingga mampu memberikan kesan elegan dan mewah pada interior rumah. Namun, lantai granit biasanya memiliki harga yang lebih mahal dan memerlukan perawatan ekstra dibanding porselen.

3. Marmer

Marmer dikenal sebagai material lantai yang identik dengan kemewahan dan keindahan klasik. Ubin marmer memiliki pola urat alami yang membuat tampilannya sangat elegan dan tidak lekang oleh waktu.

Selain itu, marmer terasa dingin saat disentuh sehingga cocok digunakan di daerah beriklim panas. Namun, dibanding material lain, marmer relatif lebih mudah tergores dan membutuhkan perawatan rutin seperti penyegelan berkala agar tetap awet dan tidak mudah rusak.

4. Terrazzo

Terrazzo merupakan material lantai komposit yang terbuat dari campuran serpihan marmer, kaca, atau batu lain yang dicampur dengan semen atau resin. Hasilnya adalah permukaan lantai dengan pola unik dan warna yang beragam.

Material ini terkenal sangat kuat dan mampu menahan lalu lintas tinggi sehingga sering digunakan di bangunan publik maupun rumah modern. Selain itu, terrazzo juga mudah dibersihkan dan dapat bertahan selama puluhan tahun, meskipun harganya cenderung lebih mahal.

Ilustrasi Lantai Rumah

Ilustrasi Interior Rumah. FOTO/Istockphoto

5. Ubin Semen

Keramik semen atau tegel adalah salah satu jenis ubin tradisional yang terbuat dari campuran semen dan pasir. Meski lebih sering dijumpai di rumah-rumah klasik, tegel tetap populer dan disukai karena memiliki warna dan pola yang unik.

Proses pemasangannya memang cukup rumit, tapi jika sudah dipasang dan disegel dengan benar, ubin jenis ini sangat kuat dan tahan lama. Tegel biasanya hadir dalam beragam motif dan warna, cocok bagi mereka yang menginginkan suasana dinamis di dalam rumah.

6. Terracotta

Keramik rumah terracotta dibuat dari campuran tanah liat yang dibakar sehingga menghasilkan tampilan yang lebih rustic atau alami. Ubin ini biasanya tersedia dalam warna earthy seperti merah, cokelat, hingga hitam. Bentuknya juga beragam, mulai dari persegi hingga heksagonal.

Meski tampilannya menarik, terracotta perlu dilapisi sealant agar lebih tahan lama dan umumnya tidak selalu direkomendasikan untuk penggunaan luar ruangan. Perawatannya relatif mudah, cukup dengan menyapu secara rutin serta menggunakan pembersih yang sesuai.

7. Limestone

Keramik limestone adalah ubin dari batu alam yang populer digunakan di dalam rumah karena keindahan dan teksturnya yang lembut. Batu kapur ini terbentuk secara alami dari endapan kalsium karbonat yang berasal dari cangkang, karang, dan material laut lain yang terakumulasi selama jutaan tahun.

Proses alami tersebut menciptakan tekstur dan pola unik pada setiap ubin sehingga tidak ada dua limestone tile yang benar-benar sama. Dengan berbagai pilihan warna dan finishing, limestone sering dipilih untuk memberikan kesan hangat, alami, dan elegan pada interior rumah modern.

8. Travertine

Travertine merupakan jenis batu alam yang termasuk dalam keluarga batu kapur. Permukaan travertine biasanya memiliki guratan dan pori-pori halus yang terbentuk secara alami dari proses geologi jutaan tahun. Tekstur inilah yang memberikan karakter khas dan tampilan alami pada ubin travertine.

Travertine lebih kokoh dibanding marmer, tapi juga tidak sekeras granit. Karena permukaannya tetap bisa tergores, hindari menyeret benda berat langsung di atasnya.

Ketahanan lantai ini sangat bergantung pada pemilihan jenis finish yang sesuai dengan lokasi pemasangan serta teknik instalasi yang benar. Keramik ini sering digunakan pada ruang tamu, kamar mandi, atau teras dengan gaya desain alami.

Jenis Keramik Berdasarkan Finishing Permukaan

Ilustrasi Lantai Keramik

Ilustrasi lantai keramik. FOTO/freepik.com

Selain bahan pembuatnya, finishing atau tekstur permukaan keramik juga sangat memengaruhi tampilan dan fungsi lantai. Tingkat kilap, tekstur, dan refleksi cahaya dari permukaan ubin dapat menentukan kesan visual ruangan sekaligus kenyamanan saat diinjak.

Ada keramik yang sangat mengilap, ada yang matte, hingga yang memiliki tekstur kasar untuk mencegah licin. Dikutip dari situs Kingsun Tile, berikut beberapa jenis finishing keramik yang umum digunakan pada lantai rumah:

1. Polished (Glaze)

Keramik polished memiliki permukaan yang sangat halus dan mengilap seperti cermin. Efek ini dihasilkan melalui proses pemolesan atau dengan menambahkan lapisan glaze yang memberikan kilau tinggi.

Finishing ini mampu menonjolkan warna dan pola keramik dengan lebih dramatis sehingga sering digunakan untuk menciptakan kesan elegan dan mewah pada ruangan. Namun, permukaan yang sangat licin membuatnya kurang ideal untuk area yang sering basah seperti kamar mandi.

Selain itu, goresan dan noda air juga lebih mudah terlihat pada permukaan yang mengilap. Oleh karena itu, jenis keramik ini lebih sering digunakan pada dinding, ruang tamu, atau lantai dengan lalu lintas rendah.

2. Rustic atau Matte

Keramik rumah rustic atau matte memiliki permukaan yang tidak mengilap dan cenderung bertekstur alami. Finishing ini sering dibuat untuk meniru tampilan keramik tradisional atau batu alam sehingga memberikan kesan hangat, natural, dan sedikit vintage.

Banyak keramik rustic memiliki warna yang bervariasi dengan tampilan seperti buatan tangan. Selain tampilannya yang estetik, keramik matte juga memiliki keunggulan dari segi fungsi.

Permukaan yang tidak licin membuatnya lebih aman digunakan di area yang sering terkena air, seperti kamar mandi atau dapur. Keramik jenis ini juga lebih mampu menyamarkan noda, goresan, dan kotoran dibanding keramik yang mengilap.

3. Honed Tile

Honed tile memiliki permukaan yang halus tapi tidak mengilap. Proses finishing ini dilakukan dengan menghaluskan permukaan keramik atau batu tanpa memberikan efek kilap tinggi. Hasilnya adalah permukaan dengan tampilan satin yang memberikan kesan elegan.

Keramik honed sering digunakan pada material batu alam seperti marmer, travertine, atau limestone. Dibandingkan dengan keramik polished, jenis ini lebih aman karena tidak terlalu licin dan mampu menyamarkan goresan dengan lebih baik.

4. Rough atau Textured Tile

Keramik rough atau textured memiliki permukaan yang kasar dan bertekstur. Tekstur ini bisa berupa pola alami seperti batu, garis-garis, atau relief tertentu yang dibuat pada permukaan keramik.

Finishing seperti ini biasanya dirancang untuk memberikan daya cengkeram/gesek yang lebih baik pada kaki atau alas sepatu. Keramik bertekstur sangat cocok digunakan di area luar ruangan, teras, area kolam renang, atau kamar mandi karena mampu mengurangi risiko terpeleset.

Selain fungsi keamanan, tekstur kasar juga memberikan tampilan yang lebih alami dan rustic. Namun, karena memiliki banyak celah kecil, keramik jenis ini biasanya sedikit lebih sulit dibersihkan.

5. Lappato Tile (Semi-Polished)

Lappato adalah finishing keramik yang berada di antara polished dan matte. Permukaannya dipoles sebagian sehingga menghasilkan kilau ringan tanpa membuatnya terlalu licin. Hasilnya adalah tampilan semi mengilap dengan refleksi cahaya yang lembut.

Jenis keramik rumah ini sering digunakan pada keramik porselen yang meniru tampilan batu alam. Lappato memberikan kesan mewah seperti keramik polished, tapi tetap memiliki daya gesek yang lebih baik. Keramik lappato sering dipilih untuk ruang tamu atau kamar mandi.

5 Tips Memilih Keramik Lantai yang Bagus

Ilustrasi Lantai Keramik

Ilustrasi lantai keramik. FOTO/freepik.com

Keramik rumah yang tepat dapat membuat ruangan terlihat lebih menarik sekaligus lebih aman digunakan. Agar tidak salah pilih, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum membeli keramik lantai rumah:

1. Sesuaikan dengan Jenis Ruangan

Setiap ruangan memiliki kebutuhan keramik yang berbeda. Misalnya, kamar mandi dan area luar ruangan membutuhkan keramik bertekstur kasar agar tidak licin saat terkena air, sementara ruang tamu atau kamar tidur bisa menggunakan keramik dengan permukaan lebih halus.

2. Perhatikan Ukuran Keramik

Ukuran keramik juga memengaruhi tampilan keseluruhan ruangan. Gunakan keramik ukuran besar dengan warna terang untuk ruangan yang sempit. Semakin sedikit garis sambungan (nat), semakin luas kesan yang dihasilkan.

Ruangan yang luas lebih fleksibel, bisa memakai keramik besar maupun kecil. Namun, keramik ukuran besar tetap menjadi standar modern untuk kesan yang lebih bersih dan eksklusif.

3. Sesuaikan Desain Keramik dengan Gaya Interior

Motif dan warna keramik dapat memengaruhi suasana ruangan secara keseluruhan. Warna terang seperti putih atau krem dapat membuat ruangan terasa lebih luas dan cerah, sedangkan warna gelap memberikan kesan hangat dan elegan.

Pemilihan motif yang sangat penting. Keramik yang polos memberikan kesan bersih dan rapi, sementara motif seperti batu alam, kayu, atau pola geometris bisa memberikan karakter unik pada desain interior rumah.

4. Perhatikan Tingkat Penyerapan Air

Keramik memiliki tingkat porositas atau kemampuan menyerap air yang berbeda-beda. Disarankan untuk memilih keramik dengan tingkat penyerapan air yang rendah, terutama untuk area yang mudah basah seperti dapur dan kamar mandi sehingga tidak mudah lembap dan lebih tahan lama.

5. Cermati Kualitas Keramik

Kualitas keramik sangat penting untuk memastikan lantai dapat bertahan dalam jangka panjang. Pilih keramik dengan ketebalan yang seragam, sudut yang presisi, dan permukaan yang tidak mudah retak.

Selain itu, usahakan untuk memilih produk keramik dari merek terpercaya atau yang memiliki standar kualitas tertentu untuk memastikan daya tahan keramik.

Bagaimana Menyesuaikan Ukuran Keramik yang Dibutuhkan

Ilustrasi Lantai Keramik

Ilustrasi lantai keramik. FOTO/freepik.com

Menentukan jumlah keramik yang dibutuhkan sangat penting sebelum memulai pemasangan lantai. Perhitungan yang tepat akan membantu kita menghindari kekurangan atau kelebihan material yang bisa menyebabkan pemborosan biaya. Berikut beberapa tipsnya:

1. Sesuaikan Ukuran Keramik dan Luas Ruangan

Langkah pertama adalah mengukur luas ruangan tempat keramik akan dipasang. Setelah itu, tentukan ukuran keramik yang ingin digunakan.

Sebagai contoh, kita memiliki ruangan seluas 12 m2 dan ingin memasang keramik berukuran 30 × 30 cm. Maka, luas setiap keping keramik adalah sekitar 0,09 m2. Dengan luas ruangan 12 m2, berarti kita butuh sekitar 134 keping keramik untuk menutupi seluruh permukaan lantai.

2. Sediakan Cadangan Keramik

Jangan membeli keramik dengan jumlah yang tepat atau pas. Selalu tambahkan sekitar 5-10% dari total kebutuhan keramik sebagai cadangan. Tambahan ini diperlukan untuk mengantisipasi potongan di bagian tepi ruangan, kerusakan saat pemasangan, atau kebutuhan penggantian di kemudian hari.

Jika kebutuhan awal adalah 134 keping, maka setidaknya kita harus menyediakan sekitar 141 hingga 148 keping keramik.

3. Gunakan Kalkulator Lantai Otomatis

Beberapa situs, khususnya situs kontraktor atau penyedia bahan bangunan, sudah menyediakan kalkulator lantai untuk menghitung jumlah keramik yang dibutuhkan. Aplikasi kalkulator lantai/keramik juga bisa ditemukan di Google Playstore untuk memudahkan penghitungan.

Kalkulator lantai seperti ini biasanya memerlukan data ukuran ruangan dan ukuran keramik untuk menghitung estimasi jumlah yang dibutuhkan. Dengan cara ini, kita bisa memperoleh gambaran kebutuhan keramik secara lebih cepat dan akurat.

Demikian penjelasan tentang jenis keramik rumah, lengkap dengan tips memilih serta cara mengukur kebutuhan keramik secara menyeluruh. Dengan memahami jenis keramik serta cara memilih dan menyesuaikannya dengan fungsi ruangan, kita bisa menentukan pilihan yang tepat untuk hunian yang lebih nyaman.

Temukan informasi menarik lainnya seputar rumah, tips, rekomendasi produk, hingga tren properti di tautan berikut ini:

Kumpulan Artikel Rumah

tirto.id – Edusains

Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
13 Jenis Keramik Rumah Paling Bagus dan Tips Memilihnya

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy Astaga! privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us